TEMPO.CO, Jakarta - Militer Israel atau IDF ikut mengikuti tren dengan mengunggah foto menggunakan kecerdasan buatan (AI) Ghibli. Foto tentara Israel ini ini memicu reaksi keras di media sosial. "Kami pikir kami juga akan mengikuti tren Ghibli," kata postingan tentara Israel di X yang dilansir oleh Al Arabiya. IDF mengunggah empat foto yang dihasilkan AI dari personel dari semua cabang militer.
Dalam beberapa hari terakhir, internet dibanjiri dengan gambar-gambar yang diadopsi dari studio animasi ternama Jepang, Studio Ghibli. Studio ini didirikan oleh pembuat film Jepang Hayao Miyazaki.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Miyazaki terkenal mengecam penggunaan kecerdasan buatan dalam seni sebagai penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri. Tren Ghibli ini digunakan oleh tentara Israel yang sedang melakukan genosida di Gaza. Padahal sebaliknya dengan Miyazaki yang dikenal membenci perang.
Ia telah membuat film antiperang dengan pesan-pesan yang sangat pasifis. Ia mengeksplorasi tema-tema otoritarianisme, rezim militer, penderitaan dan perang yang sia-sia serta mekanisasi kehidupan manusia yang mengerikan.
Keterlibatan tentara Israel dalam tren media sosial telah menuai kritik pedas dan memicu badai kontroversi di X.
Foto-foto yang diunggah di akun resmi tentara Israel menunjukkan prajurit infanteri berdiri di pos tentara, seorang perwira angkatan laut mengoperasikan senjata antipesawat, dan pilot angkatan udara duduk di dalam jet tempur. Semuanya diubah agar tampak seperti kartun bergaya Ghibli.
Beberapa pengguna media sosial mengecam unggahan tentara Israel tersebut. Mereka menyebutnya sebagai upaya untuk menutupi atau mensterilkan perang di Gaza.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel di daerah kantong yang terkepung itu telah menewaskan lebih dari 50.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, menurut data resmi.
Beberapa pengguna X menanggapi dengan gambar hasil render AI serupa dari warga Palestina yang mengungsi dengan bangunan yang hancur menjadi puing-puing sebagai latar belakang. Mereka juga membuat kartun anak-anak di Gaza yang mengangkat tangan di bawah todongan senjata tentara Israel, serta pemimpin Hamas yang berpidato di depan kamera.