REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia sekaligus mengenang sosok aktivis buruh legendaris, Marsinah.
Peresmian museum tersebut menjadi momen emosional setelah Marsinah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku merasa terhormat dapat meresmikan museum yang dibangun di rumah masa kecil Marsinah tersebut.
“Bismillahirrahmanirrahim. Pada pagi hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,” kata Prabowo dalam acara yang dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Sebelum peresmian, Prabowo terlihat berkeliling museum untuk melihat langsung kamar serta sejumlah barang peninggalan Marsinah yang masih dipertahankan seperti aslinya. Momen itu menyita perhatian publik karena memperlihatkan jejak sederhana kehidupan aktivis buruh yang namanya menjadi simbol perjuangan pekerja Indonesia.
Prabowo mengungkapkan, usulan menjadikan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional datang langsung dari organisasi-organisasi buruh dan disepakati secara bersama. “Saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional dan waktu itu mereka minta, Bapak harus resmikan Museum Marsinah di Nganjuk. Baik, saya datang,” ujar Prabowo.
Museum Marsinah dibangun sebagai ruang memorial perjuangan buruh Indonesia. Selain menyimpan arsip dan barang pribadi milik Marsinah, kawasan tersebut juga dilengkapi rumah singgah yang diperuntukkan bagi pekerja dari berbagai daerah.
Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang memperjuangkan hak pekerja pada era Orde Baru. Ia menjadi negosiator ratusan buruh yang melakukan aksi mogok kerja karena perusahaan tempatnya bekerja disebut tidak menerapkan upah minimum dan kebebasan berserikat.
Marsinah kemudian menghilang pada 5 Mei 1993. Empat hari setelahnya, jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Kasus kematiannya menjadi salah satu simbol gelap pelanggaran HAM dan perjuangan buruh di Indonesia.
sumber : Antara

1 hour ago
4















































