Mengenal Child Grooming dan Deretan Artis Indonesia yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Hubungan

7 hours ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Isu kekerasan dalam hubungan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah perempuan, termasuk figur publik, berani berbagi kisah traumatis mereka. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah pengakuan Aurelie Moeremans melalui buku memoarnya Broken Strings, yang mengungkap pengalaman menjadi korban child grooming sejak usia remaja.

Cerita ini membuka diskusi yang lebih luas: bahwa hubungan yang terlihat penuh cinta bisa menyimpan pola manipulasi, kontrol, bahkan kekerasan. Terutama ketika melibatkan anak atau remaja perempuan. Fenomena ini penting untuk dipahami agar tidak terus berulang.

Apa Itu Child Grooming?

Child grooming adalah proses manipulatif yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membangun kedekatan emosional dengan anak atau remaja, dengan tujuan mengeksploitasi mereka secara emosional, psikologis, atau seksual. Proses ini jarang terjadi secara instan. Sebaliknya, grooming berlangsung perlahan dan sering kali tersamarkan sebagai perhatian, perlindungan, atau kasih sayang.

Karena berlangsung bertahap dan halus, banyak korban tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanipulasi, bahkan hingga bertahun-tahun setelahnya.

Kriteria dan Pola Child Grooming dalam Hubungan

Beberapa pola yang kerap muncul dalam kasus child grooming antara lain:

  • Pelaku biasanya memiliki usia jauh lebih dewasa dan posisi yang dianggap “lebih berpengalaman”.

  • Hubungan dibangun dengan janji keamanan, perhatian, atau rasa dimengerti.

  • Pelaku perlahan mengambil alih kendali keputusan korban, baik secara emosional maupun sosial.

  • Korban dibuat bergantung dan merasa tidak bisa hidup tanpa pelaku.

Dalam banyak kasus, pelaku juga membingkai hubungan tersebut sebagai sesuatu yang “istimewa” dan “rahasia”.

Tanda-Tanda Child Grooming yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda umum child grooming yang sering luput disadari:

  • Perhatian dan komunikasi berlebihan, terutama secara personal atau tertutup.

  • Upaya menjauhkan korban dari keluarga dan teman.

  • Manipulasi emosional, seperti membuat korban merasa bersalah, takut ditinggalkan, atau tidak berharga tanpa pelaku.

  • Pelanggaran batas fisik dan emosional yang awalnya tampak “normal”, lalu makin intens.

Jika tanda-tanda ini muncul dalam hubungan dengan anak atau remaja, situasi tersebut patut diwaspadai.

Dampak Child Grooming pada Perempuan

Perempuan yang mengalami child grooming sering membawa dampaknya hingga dewasa, antara lain:

  • Trauma psikologis jangka panjang, seperti kecemasan, depresi, dan rasa bersalah.

  • Kesulitan membangun hubungan sehat karena masalah kepercayaan.

  • Harga diri yang rendah dan perasaan tidak berdaya.

  • Ketakutan untuk bersuara karena merasa pengalaman tersebut adalah kesalahan diri sendiri.

Trauma ini tidak selalu langsung terasa, tetapi bisa muncul bertahun-tahun kemudian.

Cara Menghadapi dan Mencegah Child Grooming

Beberapa langkah penting untuk mencegah dan mengatasi child grooming:

  • Edukasi sejak dini tentang batasan tubuh, emosi, dan relasi sehat.

  • Membangun komunikasi terbuka antara anak, keluarga, dan lingkungan sekitar.

  • Mengajarkan bahwa tidak ada hubungan yang harus disembunyikan karena rasa takut.

  • Mendorong korban untuk mencari bantuan profesional dan dukungan emosional.

Yang terpenting, korban perlu tahu bahwa mereka tidak sendirian dan tidak bersalah.

Deretan Artis Indonesia yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Hubungan

Isu kekerasan dalam hubungan juga dialami oleh sejumlah artis Indonesia. Meski tidak semuanya termasuk child grooming, kisah mereka memperlihatkan pola relasi yang tidak sehat dan berdampak besar pada perempuan.

1. Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans. Foto: Instagram/aurelie

Aurelie mengungkap pengalamannya sebagai korban child grooming sejak usia remaja dalam buku Broken Strings. Hubungan dengan pria dewasa tersebut awalnya terasa penuh perhatian, namun berubah menjadi manipulatif dan penuh kontrol. Pengakuan ini menjadi salah satu pembahasan paling kuat tentang grooming di Indonesia belakangan ini.

2. Andien

Andien akan menggelar konser bertajuk "Suarasmara", merayakan 25 tahun berkarya. Foto: Dok. Moriz

Penyanyi Andien pernah mengungkap pengalaman menjalani hubungan yang penuh kekerasan fisik dan emosional di masa mudanya. Ia mengalami luka fisik dan trauma yang mendalam sebelum akhirnya berani keluar dari hubungan tersebut.

3. Ardina Rasti

Ardina Rasti. Foto: MW Records Id

Aktris Ardina Rasti mengalami kekerasan fisik dari mantan kekasihnya, Eza Gionino hingga menyebabkan luka serius. Kasus ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana hubungan pacaran bisa berubah menjadi sangat berbahaya.

4.Gracia Indri

Gracia Indri. Foto: Instagram/@graciaz14

Gracia Indri pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga ketika menikah bersama David NOAH. Kehidupan rumah tangganya sudah tidak sehat dan penuh tekanan emosional. Pengalaman ini berdampak besar pada kesehatan mentalnya dan membuatnya memilih untuk memprioritaskan keselamatan diri sampai akhirnya resmi bercerai pada Mei 2018.

5. Lesti Kejora

Lesti Kejora. Foto: Instagram/@lestikejora

Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Lesti Kejora sempat menghebohkan publik. Lesti melayangkan tuntutan atas Rizki Billar atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Meski terjadi saat dewasa, kasus ini menunjukkan bagaimana relasi tidak sehat bisa terjadi di berbagai tahap kehidupan perempuan.

6. Kesha Ratuliu

Kesha Ratuliu (Instagram/@kesharatuliu05)

Kesha Ratuliu juga mengungkap pernah mengalami hubungan yang penuh tekanan dan kekerasan emosional sebelum akhirnya bisa pulih dan membangun relasi yang lebih sehat. Kesha juga bercerita kalau ia sempat trauma karena kekerasan yang diterimanya dari mantan pacar sebelum menikah. Pengalaman ini membuatnya membutuhkan waktu untuk pulih secara emosional.

7. Nikita Mirzani

Nikita Mirzani. Foto: Instagram/@nikitamirzanimawardi_172

Nikita pernah mengalami kekerasan fisik dari mantan kekasihnya, termasuk luka bakar akibat disiram air panas hingga cedera di bagian tubuh lainnya, meskipun pihak yang disebut membantah.

Belajar dari Kisah Mereka

Kisah para artis ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam hubungan, termasuk child grooming, dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang usia, latar belakang, atau status sosial. Kesadaran, edukasi, dan keberanian untuk berbicara adalah langkah penting untuk memutus siklusnya.

Membicarakan child grooming dan kekerasan dalam hubungan bukan untuk membuka luka lama, melainkan untuk melindungi lebih banyak perempuan dan anak dari pengalaman serupa. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini dan berani bersuara, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan suportif.

Karena hubungan yang sehat tidak pernah dibangun dari rasa takut, manipulasi, atau kehilangan kendali atas diri sendiri.

Pilihan Editor: Ingin Putus dari Hubungan? Ini 12 Kalimat yang Bisa Kamu Ucapkan

TEMPO | UN.ORG | THE HOTLINE | ALODOKTER

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |