REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Turunnya Nabi Isa bin Maryam Alahissalam ke bumi menjelang hari kiamat bukanlah peristiwa biasa, melainkan bagian dari tanda-tanda besar akhir zaman yang sarat makna teologis. Para ulama menjelaskan, pemilihan Nabi Isa oleh Allah SWT mengandung hikmah besar, mulai dari penegasan kebenaran tauhid hingga penegakan keadilan di akhir perjalanan sejarah manusia.
Mengapa Allah SWT memilih Nabi Isa bin Maryam agar turun di akhir zaman dan menjadi salah satu tanda-tanda besar hari kiamat? Pemilihan Nabi Isa bin Maryam untuk kepentingan besar ini memiliki beberapa sebab, meskipun rahasia semua itu tetap di sisi Allah SWT.
Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan di antara sebab dipilihnya Nabi Isa Alahissalam.
Pertama, berbagai peristiwa besar yang akan terjadi di zaman sebelum hari kiamat terjadi harus ada sosok agung yang mempunyai kharisma dan pengaruh tersendiri bagi seluruh manusia.
Kedua, ketika peristiwa kiamat terjadi, Romawi (Nasrani) adalah bangsa mayoritas, dan inilah yang shahih menurut hadits. Karenanya, sebelum hari kiamat terjadi, Allah SWT berkehendak menundukkan mereka semua.
Allah juga ingin menunjukkan kedustaan, kepalsuan, dan apa yang mereka adakan atas nama Allah SWT terhadap Isa bin Maryam bahwa ia adalah penebus dosa dan anak Allah.
Karenanya, Nabi Isa akan turun kepada mereka atas perintah Allah serta mendustakan perkataan orang yang mengatakan bahwa Nabi Isa adalah penebus dosa, putra Allah, dan penyelamat bagi mereka.
Nabi Isa akan mematahkan salib mereka, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Nabi Isa hanya akan menerima Islam. Karena dunia hanya akan berakhir ketika kebenaran telah terwujud dan agama Islam yang diridhai Allah memimpin seluruh manusia.

3 weeks ago
10
















































