Melawan Kemarau, Petani Gowa Andalkan Sumur Bor untuk Menjaga Sawah Tetap Produktif

3 hours ago 3

Petani menyedot air dari sumur bor menggunakan mesin pompa berbahan bakar gas untuk mengairi sawah di Desa Toddotoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (25/8/2026). Sumur bor menjadi sumber air alternatif bagi petani saat pasokan air untuk persawahan berkurang akibat musim kemarau. (FOTO : ANTARA FOTO/Hasrul Said)

Petani menyedot air dari sumur bor menggunakan mesin pompa berbahan bakar gas untuk mengairi sawah. Air hasil sedotan sumur bor dialirkan menuju lahan persawahan di Desa Toddotoa, Gowa. Infrastruktur pengairan tersebut diharapkan membuat ketersediaan air bagi lahan pertanian lebih terjamin sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada sumber air permukaan yang debitnya menurun saat kemarau. (FOTO : ANTARA FOTO/Hasrul Said)

Bantuan sumur bor dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ditujukan untuk membantu kelompok tani mempertahankan aktivitas pertanian di tengah kesulitan mendapatkan air saat kemarau. Sumur bor tersebut mendukung pengairan sekitar 40 hektare lahan sawah di wilayah Pallangga, Gowa. (FOTO : ANTARA FOTO/Hasrul Said)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, GOWA -- Musim kemarau membuat sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menghadapi keterbatasan pasokan air. Untuk menjaga sawah tetap terairi, petani di Desa Toddotoa, Kecamatan Pallangga, memanfaatkan sumur bor dengan mesin pompa berbahan bakar gas.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan sumur bor kepada kelompok tani untuk mengairi sekitar 40 hektare sawah yang kerap mengalami kekurangan air saat kemarau. Bantuan tersebut diharapkan membantu petani mempertahankan produktivitas lahan sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |