Megawati Kecam AS Tangkap Presiden Venezuela: Bentuk Imperialisme Modern

15 hours ago 4

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif M Prananda Prabowo di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, oleh pasukan Delta Force Amerika Serikat (AS) dalam pidatonya di peringatan HUT ke-53 PDIP, Sabtu (10/1/2026). Dia menilai, penangkapan itu merupakan bentuk intervensi militer terhadap negara berdaulat.

Presiden ke-5 RI itu mengatakan, saat ini, dunia kembali dihadapkan pada praktik lama yang seharusnya ditinggalkan. Praktik lama itu intervensi, pemaksaan kehendak, dan penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat.

"Saya menyampaikan sikap tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional," kata Megawati berpidato dalam Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu.

Menurut Megawati, tindakan AS tidak boleh dibenarkan. Pasalnya, tindakan itu Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan prinsip dasar hubungan antarbangsa. "Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa," katanya.

Dia menilai, bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain. Hal itu lantaran demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata.

Megawati menegaskan, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak. Lebih dari itu, sambung dia, peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa. Megawati mengungkapkan, sejak Konferensi Asia Afrika digagas Bung Karno, Indonesia konsisten menentang imperialisme dalam segala bentuknya.

Karena itu, PDIP menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional. "Bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil," kata Megawati.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |