Lapas Banjarmasin Optimalkan Perpustakaan untuk Pembinaan Warga Binaan

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengoptimalkan layanan perpustakaan sebagai sarana pembinaan guna meningkatkan wawasan dan kualitas diri warga binaan pemasyarakatan (WBP) .

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, mengatakan program tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak langsung, dengan menempatkan literasi sebagai salah satu pilar perubahan perilaku dan pola pikir warga binaan.

“Kegiatan membaca merupakan bentuk pembinaan sederhana namun memiliki efek signifikan terhadap perkembangan individu, sekaligus mendorong pemanfaatan waktu secara produktif di dalam lapas,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa.

Menurut Gilang, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelengkap, tetapi juga sebagai ruang belajar yang membantu warga binaan mengisi waktu dengan kegiatan positif serta meningkatkan kapasitas intelektual selama menjalani masa pembinaan.

Ia menjelaskan, optimalisasi layanan perpustakaan juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan lapas yang lebih edukatif dan humanis. Dengan demikian, proses pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia.

Lapas Banjarmasin menilai peningkatan minat baca di kalangan warga binaan menjadi indikator penting keberhasilan program pembinaan berbasis literasi. Hal ini diharapkan mampu membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan saat kembali ke masyarakat.

Gilang menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas manusia.

Salah seorang warga binaan berinisial MPH mengaku merasakan manfaat langsung dari fasilitas perpustakaan tersebut, terutama dalam membantu mengelola waktu dan kondisi psikologis selama menjalani masa pidana.

“Dengan membaca buku, saya merasa lebih tenang dan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Waktu di sini jadi lebih bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia,” kata dia.

Sementara itu, di daerah lain, pemerintah daerah juga mendorong penguatan literasi sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, misalnya, berencana mengembangkan ruang terbuka hijau dan perpustakaan daerah untuk meningkatkan aktivitas positif anak.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |