Khvicha Kvaratskhelia dari Paris Saint-Germain (PSG).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Khvicha Kvaratskhelia optimistis Paris Saint-Germain (PSG) mampu mempertahankan gelar Liga Champions dengan melibas Arsenal pada partai final di Puskas Arena di Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026).
Winger asal Georgia itu menilai PSG memiliki kualitas untuk kembali mencatat sejarah di kompetisi elite Eropa. “Semua ini sangat penting, dan kami memahami bahwa kami adalah juara bertahan serta bisa menang lagi,” kata Kvaratskhelia kepada UEFA.
PSG datang ke final dengan misi besar. Jika mampu mengalahkan Arsenal, Les Parisiens akan menjadi tim pertama selain Real Madrid yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions sejak format modern kompetisi dimulai pada musim 1992/1993.
Madrid sebelumnya menjadi tim terakhir yang mampu melakukannya setelah meraih tiga gelar beruntun pada periode 2016 hingga 2018. Sementara bagi PSG, final kali ini menjadi kesempatan mempertegas status mereka sebagai kekuatan baru Eropa.
Pertemuan melawan Arsenal juga menjadi duel keempat kedua tim di Liga Champions sejak musim lalu. PSG memiliki catatan positif setelah memenangi dua pertemuan terakhir saat menyingkirkan klub Inggris tersebut pada semifinal musim sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, PSG memang tampil konsisten di kompetisi Eropa. Sejak 2020, klub asal Prancis itu tercatat paling sering tampil di final Liga Champions dengan tiga penampilan, termasuk keberhasilan menjuarai edisi musim lalu di bawah asuhan Luis Enrique.
Meski berstatus juara bertahan, perjalanan PSG musim ini sempat berjalan tidak stabil. Kvaratskhelia mengakui padatnya jadwal dan minim waktu pemulihan sempat membuat tim kesulitan menemukan ritme permainan.
“Awalnya kami kesulitan, tetapi di tengah musim kami sadar bisa melakukan apa yang kami kuasai. Kami bermain selaras, terus menang dan berhasil mencapai final,” ujarnya.
Peran Kvaratskhelia sendiri sangat penting dalam perjalanan PSG menuju final. Pemain berusia 25 tahun itu terlibat dalam 10 gol sepanjang fase gugur Liga Champions musim ini lewat torehan tujuh gol dan tiga assist, terbanyak dibanding pemain lain.
Ia juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol atau assist dalam tujuh laga beruntun di fase gugur Liga Champions dalam satu musim.
sumber : Antara

2 days ago
11

















































