Kobarkan Perang Jawa, Pangeran Diponegoro Didukung Bangsawan, Tumenggung dan Demang

1 month ago 40

Minggu, 16 Februari 2025 - 07:07 WIB

loading...

Kobarkan Perang Jawa,...

Pangeran Diponegoro yang didukung bangsawan, tumenggung dan demang mengobarkan perlawanan kepada Belanda di Pantai Utara Jawa yang berujung Perang Jawa. Foto/Ist

PANGERAN Diponegoro dan pasukannya terus meluaskan perlawanan kepada Belanda dan pemerintahan keraton yang pro Belanda. Strategi lain untuk menyurati beberapa tumenggung dan demang pada berbagai daerah di Pulau Jawa dilakukan.

Surat-surat itu lantas datang tepat waktu, pasca serangan tiba-tiba pertama di Yogyakarta. Sambutan hangat pun diterima dari para tumenggung dan demang di berbagai daerah.

Baca Juga

Siasat Pasukan Pangeran Diponegoro Rampok Logistik Belanda di Perang Jawa

Setelah serangan umum di Yogyakarta itu, Pangeran Serang, menantu Pangeran Mangkudiningrat yang dibuang ke Ambon bersama Sultan Hamengku Buwono II, bersama Pangeran Notoprojo, atau Pangeran Papak, dan Bupati Gagatan, yang termasuk wilayah Kesunanan Surakarta mengikuti jejak Diponegoro. Mereka menyulut pemberontakan di Pantai Utara Jawa yang berujung Perang Jawa.

Pasukan Pangeran Serang bergerak dari Serang menyerang Purwodadi. Dari Purwodadi bergerak menuju Demak, dan hampir semua jembatan penghubung dirusak. Ia dibantu oleh Raden Sukur, putra Bupati Semarang Surioadi Menggolo.

Sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", pada tanggal 11 September 1825, pasukan Pangeran Serang yang berkekuatan 8.000 melakukan konsolidasi di desa Praya, Demak.

Baca Juga

Kisah Diponegoro Gelorakan Perang Jawa, Dipicu Penerapan Hukum Eropa Gantikan Hukum Islam

Di wilayah Banyumas tepatnya Karang Kobar, Kalibeber, dan Batur pada tanggal 9 Agustus 1825 sejumlah kantor pemerintah dibakar.

Di Desa Sembong (Weleri) perlawanan dipimpin oleh Raden Ngabei Tersono membakar pos-pos di sepanjang jalan raya. Di Selomanik Gowong, Selomerto (Wonosobo) dan di Brengkelan (Purworejo), Lengis, Yana, dan Kadilangu terjadi pergolakan, rumah-rumah orang Cina dibakar.

Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

Baca Berita Terkait Lainnya

Kisah Pengungsi Majapahit...

1 jam yang lalu

Wanita yang Tewas di...

7 jam yang lalu

Wanita Muda Ditemukan...

8 jam yang lalu

Dua Warga Pandeglang...

8 jam yang lalu

Motif Dua Preman Ancam...

9 jam yang lalu

Kunjungi Markas Satpol...

11 jam yang lalu

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |