Kisah di Balik Pencopotan Patih Raganata Digantikan Arema oleh Raja Kertanegara

1 month ago 39

Jum'at, 14 Februari 2025 - 06:52 WIB

loading...

Kisah di Balik Pencopotan...

Candi Jago merupakan salah satu candi peninggalan Kerajaan Singasari. Candi ini terletak Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Foto/Kebudayaan Kemdikbud

JAKARTA - Raganata dan Arema menjadi dua dari sekian pejabat di zaman Kerajaan Singasari saat Kertanegara bertakhta. Di masa Kertanegara pula itulah kekuasaan Singasari mulai diperluas hingga ke luar negeri.

Sosok Raganata dikenal sebagai patih yang cakap dan bijaksana. Tapi pada Piagam Panataran nama Raganata tidak terdapat di antara nama pembesar yang menghadap Prabu Kertanegara. Ketiga mahamenterinya adalah Rakryan Mantri Hino, Rakryan Mantri Sirikan, dan Rakryan Mantri Halu, patihnya konon bernama Arema.

Pada Panji Wijayakrama, patih yang menggantikan Raganata bernama Mahisa Anengah, didampingi oleh Apanji Angragani. Demikianlah kiranya Kebo Arema itu sama dengan Mahisa Anengah.

Baca Juga

Kisah Pemberontakan Mengerikan di Awal Kertanegara Jadi Raja Singasari

Pemecatan Mpu Raganata terjadi sebelum tahun Saka 1191 atau Masehi 1269. Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia", waktu itu baru saja Wisnuwardhana wafat. Ada dugaan pemecatan patih Raganata ada kaitannya dengan perpindahan kekuasaan dari Wisnuwardhana ke tangan Kertanegara.

Kidung Panji Wijayakrama menguraikan bahwa pemecatan itu disebabkan selisih paham antara Prabu Kertanegara dan Patih Raganata. Selisih paham itu dinyatakan dengan istilah keberatan. Mungkin yang dimaksud Raganata keberatan karena kebijakan perubahan politik yang dijalankan Raja Kertanegara.

Raganata berpendapat keamanan negara lebih penting dan diutamakan. Setelah itu pendapat Raganata terbukti benar sebuah pemberontakan bersenjata belum berhenti dan mengejutkan Kertanegara.

Baca Juga

Profil Hard Gumay, Anggota Komcad TNI yang Ramal Terjadi Kudeta Pemerintahan di 2025

Pemberontakan yang dikenal sebagai Kalana Bhayangkara itu dapat dipadamkan. Pemberontakan terjadi pada tahun Saka 1192 atau tahun Masehi 1270, dua tahun sepeninggal Wisnuwardhana.

(abd)

Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

Baca Berita Terkait Lainnya

Anggota DPRD dari Partai...

12 menit yang lalu

Kejuaraan KSAL CUP II...

1 jam yang lalu

Aksi Teatrikal di Demo...

8 jam yang lalu

Operasi Pembongkaran...

11 jam yang lalu

Ketua Fraksi Perindo...

13 jam yang lalu

Dianggap Rawan Kecelakaan,...

13 jam yang lalu

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |