DOKTER Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong Putri Reno Indrisia mengatakan penyakit jantung bawaan dapat berdampak pada proses tumbuh kembang anak karena tubuh membutuhkan energi yang lebih besar untuk bekerja. “Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Kondisi ini sering menyebabkan berat badan anak sulit naik dan pertumbuhan menjadi terhambat dibandingkan anak seusianya,” kata Putri dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 9 April 2026.
Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?
Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Penyakit jantung bawaan terjadi karena proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna pada trimester kehamilan.
Namun pada penyakit jantung bawaan, proses ini dapat terganggu akibat adanya kelainan struktur pada jantung. Penyakit jantung bawaan dibagi menjadi 2 kelompok utama. Pertama dalah Penyakit Jantung Bawaan Non-Sianotik (Tidak Biru). Jenis ini merupakan yang paling sering ditemukan. Pada kondisi ini, kadar oksigen dalam darah yang beredar ke seluruh tubuh masih cukup baik sehingga anak tidak terlihat kebiruan. "Salah satu contoh kondisi pada kelompok ini adalah defek septum atrium (ASD) atau defek septum ventrikel (VSD), dimana PJB terjadi karena adanya lubang pada sekat jantung yang memisahkan ruang-ruang jantung," kata Putri.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kelompok lainnya adalah Penyakit Jantung Bawaan Sianotik (Tipe Biru). Penyakit jenis ini lebih serius karena terjadi percampuran darah yang rendah oksigen dengan darah yang kaya oksigen, sehingga darah yang dipompa ke tubuh menjadi kekurangan oksigen. “Pada kondisi ini biasanya muncul tanda khas berupa bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan. Gejala tersebut bisa semakin terlihat saat anak menangis atau kelelahan,” kata Putri. Contoh penyakit jantung bawaan tipe sianotik antara lain Tetralogy of Fallot (ToF) dan transposisi pembuluh darah besar atau letak pembuluh darah tidak pada tempat seharusnya.
Gejala Penyakit Jantung Bawaan
Ada beberapa gejala Penyakit Jantung Bawaan yang perlu diwaspadai. Gejala penyakit jantung bawaan bisa muncul sejak bayi lahir, tetapi pada beberapa kasus baru terdeteksi ketika anak mulai bertambah usia.
Pada bayi, gejala yang dapat muncul antara lain seperti bayi menyusu terputus-putus. Bayi berkeringat saat menyusu juga bisa menjadi gejala tersebut. Lalu berat badan bayi sulit naik (terhambatnya tumbuh kembang). Gejala lain adalah sering mengalami infeksi saluran pernapasan seperti batuk dan pilek berulang, mengalami infeksi paru atau pneumonia. Kemudian, gejala yang juga perlu dicek adalah adanya tampak kebiruan di bibir, lidah, atau ujung jari.
Gejala pada anak yang lebih besar lain lagi, seperti mudah lelah saat bermain atau berolahraga, pertumbuhan lebih lambat dibandingkan teman sebaya. Ketika anak alami nyeri dada atau jantung berdebar juga perlu diwaspadai. Lalu gejala lain adalah ujung jari tampak membulat (clubbing finger). Kemudian ada gejala bibir dan ujung jari tampak kebiruan saat kelelahan
Pemeriksaan untuk Deteksi Dini
Para orang tua perlu untuk segera mengunjungi dokter untuk melakukan deteksi dini. Menurut Putri, deteksi dini menjadi kunci utama dalam keberhasilan penanganan penyakit jantung bawaan. Untuk memastikan diagnosis secara akurat, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
1. Auskultasi, mendengarkan suara jantung untuk mendeteksi bunyi tidak normal (murmur).
2. Pulse Oximetry, mengukur kadar oksigen dalam darah, terutama penting pada bayi baru lahir.
3. Elektrokardiogram (EKG), merekam aktivitas listrik jantung untuk melihat gangguan atau pembesaran ruang jantung.
4. Rontgen Dada, menilai kondisi jantung dan paru, termasuk kemungkinan pembesaran jantung.
5. Echocardiography (USG Jantung), pemeriksaan utama (gold standard) untuk melihat struktur jantung secara detail.
6. CT Scan & MRI Jantung, memberikan gambaran lebih detail mengenai struktur dan fungsi jantung.
7. Kateterisasi Jantung, mengevaluasi tekanan dalam ruang jantung dan membantu menentukan terapi.
"Deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan penyakit jantung bawaan. Jika anak menunjukkan gejala yang mencurigakan, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut," kata Putri.
Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi pasien, mulai dari terapi obat, tindakan intervensi non-bedah seperti pemasangan balon atau stent, hingga tindakan pembedahan untuk memperbaiki kelainan struktur jantung.















































