INFO TEMPO - Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan kekuatan kolaborasi. Meski kini Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) berdiri sebagai dua kementerian, namun tetap berkomitmen menjaga sinergi untuk menghadirkan manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, pemisahan kelembagaan tidak boleh memisahkan semangat pengabdian. Kedua kementerian harus tetap bekerja bersama, khususnya dalam memastikan pembangunan desa dan kawasan transmigrasi berjalan berkelanjutan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Kita ingin setelah dipisah itu tetap bersama-sama, tetap bersinergi, tetap berkolaborasi. Kita sepakat bahwa baik anggaran maupun program harus betul-betul memberikan manfaat bagi rakyat,” kata Menteri Iftitah saat acara Penutupan Peringatan HUT ke-81 RI Gabungan di Lapangan Kalibata, Selasa, 18 Agustus 2026.
Semangat kolaborasi juga diwujudkan melalui kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 beberapa waktu lalu. “Para pegawai memberikan sumbangan sekitar Rp100 juta sebagai inisiasi awal. Setelah itu, kita juga sedang merancang program-program yang dapat dialihkan. Beberapa hal akan kita berikan skala prioritas untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di NTT,” ujarnya.
Dalam hal program pemerintah transmigrasi telah membentuk 1.567 desa baru melalui pembangunan kawasan transmigrasi. Setelah berkembang, keberlanjutan desa membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan kementerian yang menangani pembangunan desa.
"Karena untuk transmigrasi itu hampir semuanya juga membentuk desa-desa. Lebih dari 1.500, tepatnya 1.567, Kementerian Transmigrasi membentuk desa yang baru,” ucap Menteri Iftitah.
Menurut dia, kolaborasi antarkementerian diperlukan agar pembangunan tidak terputus akibat batas kewenangan. Program yang telah dibangun harus terus memberikan manfaat dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi serta sosial masyarakat.
Menteri Iftitah menilai, peringatan kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, bukan sekadar seremoni. Kebersamaan antarkementerian menjadi energi untuk memperkuat pelayanan dan memastikan kehadiran negara dirasakan masyarakat.
“Yang paling penting ujungnya adalah kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi Kementerian Transmigrasi dan Kemendes PDT menjadi gambaran semangat Indonesia di usia 81 tahun kemerdekaan: dua kementerian, satu kekuatan, dan satu tujuan untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan serta semakin bermanfaat bagi rakyat. (*)














































