Kapal Tanker Berbendera Rusia Disita AS, Moskow Protes Keras

1 week ago 3

Kapal tanker (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Rusia melayangkan protes kepada Amerika Serikat (AS) atas pencegatan dan penyitaan kapal tanker berbendera Rusia, Marinera, di perairan Atlantik Utara, pada Rabu (7/1/2026). Moskow menilai, tindakan AS merupakan pelanggaran berat prinsip dan norma dasar hukum maritim internasional serta kebebasan navigasi.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia mengungkapkan, kapal Marinera menerima izin sementara untuk berlayar di bawah bendera Rusia pada 24 Desember 2025. Kemenlu Rusia memastikan bahwa hal itu telah sesuai dengan hukum internasional dan undang-undang negara tersebut.

Menurut basis data pelayaran, kapal tanker yang disita AS sebelumnya dikenal dengan nama Bella 1. Namun ia berganti nama menjadi Marinera dan berbendera Rusia.

Moskow menegaskan bahwa mereka menentang tindakan AS terhadap kapal Marinera. "Rusia mengajukan protes resmi kepada Pemerintah AS mengenai pengejaran Marinera oleh kapal Penjaga Pantai AS selama beberapa pekan terakhir, mendesak penghentian segera kegiatan ini, dan pencabutan tuntutan yang melanggar hukum yang diajukan kepada kapten kapal Rusia,” kata Kemenlu Rusia, Kamis (8/1/2026), dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Kemenlu Rusia mengungkapkan, ketika dicegat di perairan Atlantik Utara, Marinera tengah berlayar menuju salah satu pelabuhan Rusia. Menurut Moskow, mereka telah menginformasikan status Marinera kepada AS.

"Pemerintah AS telah berulang kali menerima informasi yang dapat diandalkan, termasuk dari Kementerian Luar Negeri Rusia, tentang asal usul kapal Rusia dan status sipilnya. Mereka tidak mungkin meragukan hal ini, sama seperti tidak ada dan tidak akan ada alasan untuk berpendapat bahwa kapal tanker tersebut berlayar ‘tanpa bendera’ atau ‘di bawah bendera palsu'," ungkap Kemenlu Rusia,

Kemenlu Rusia mengakui terdapat warganya yang menjadi awak di Marinera. "Kami menegaskan kembali tuntutan kami agar AS memastikan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat terhadap warga negara Rusia yang merupakan awak kapal tanker tersebut, secara ketat menghormati hak dan kepentingan mereka, dan tidak menghalangi kepulangan mereka ke tanah air dengan segera," katanya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |