Kaltim Methanol Industri Gunakan CO2 Pupuk Kaltim untuk Produksi Metanol Rendah Emisi

7 hours ago 2

INFO TEMPO – PT Kaltim Methanol Industri atau PT KMI mendukung target pengurangan emisi dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, sejalan dengan komitmen global terhadap Perjanjian Paris. Salah satu upaya melalui kerja sama dengan Pupuk Kaltim Group dalam penyediaan suplai karbon dioksida (CO2).

Dalam kerja sama ini, KMI menjadi pihak yang menginisiasi untuk memanfaatkan CO2 sebagai bahan baku tambahan untuk meningkatkan produksi metanol di pabriknya. Sementara itu, Pupuk Kaltim bertindak sebagai penyedia material CO2, yang dihasilkan dari proses produksinya dan PT Kaltim Industrial Estate (KIE) berperan menyediakan infrastruktur jalur distribusi CO2 di dalam kawasan industri untuk mendukung proses penyaluran.

Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya bersama mendorong pengelolaan karbon yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi industri terhadap transisi energi rendah emisi. Kerja sama ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi KMI dalam memberikan kontribusi untuk energi berkelanjutan dan menuju kehidupan yang lebih baik.

KMI sebagai perusahaan yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan meyakini, kerja sama penyediaan CO2 ini tidak hanya bermanfaat secara operasional, tetapi juga merupakan bagian dari transformasi industri pemasok metanol terkemuka di wilayah Asia menuju proses yang lebih hijau dan rendah emisi.

Sebagaimana diketahui, Pupuk Kaltim menghasilkan CO2 dari proses produksi amonia, yang sebagian di antaranya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea. Namun masih terdapat sebagian CO2 dari proses produksi tersebut yang belum termanfaatkan secara optimal.

Melalui kerja sama ini, CO2 tersebut akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku bernilai strategis bagi sektor energi, khususnya untuk produksi metanol oleh KMI. Kerja sama ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi CO2 hingga 27.000 ton per tahun.

Inisiatif ini juga menunjukan perubahan paradigma dalam pengelolaan emisi industri. Karbon dioksida yang sebelumnya dilepas ke atmosfer, kini dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku sintesis gas atau metanol rendah karbon yang mendukung efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak rumah kaca. (*)

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |