Jerman dan Prancis Bela Zelensky usai Dicap Diktator oleh Trump

1 month ago 29

8000hoki.com ID website Slot Gacor Terbaru Mudah Lancar Win Terus

hokikilat.com Pusat Agen web Slots Gacor Myanmar Terbaru Pasti Lancar Jackpot Full Non Stop

1000 Hoki Online Data Agen web Slot Maxwin China Terpercaya Pasti Jackpot Setiap Hari

5000 hoki List Daftar server Slot Maxwin Thailand Terkini Mudah Lancar Win Non Stop

7000hoki.com Data Login web Slots Gacor China Terbaru Sering Jackpot Setiap Hari

9000 hoki Data Login situs Slots Gacor Vietnam Terbaik Sering Lancar Win Full Setiap Hari

Akun game Slots Maxwin basis Thailand Terkini Sering Lancar Scatter Full Online

Idagent138 Daftar Id Slot Gacor

Luckygaming138 Daftar Akun Slot Maxwin

Adugaming Id Slot Gacor Online

kiss69 Daftar Akun Slot Terpercaya

Agent188 Daftar Id Slot Gacor Terbaik

Moto128 login Akun Slot Anti Rungkat Terbaik

Betplay138 login Id Slot Anti Rungkat

Letsbet77 Daftar Akun Slot Maxwin Terpercaya

Portbet88 Id Slot Anti Rungkad Online

Jfgaming Id Slot Anti Rungkad Online

MasterGaming138 Daftar Slot Game

Adagaming168 Daftar Akun Slot

Kingbet189 login Id Slot Anti Rungkat

Summer138 Slot Terbaik

Evorabid77 Daftar Slot Anti Rungkat

Kamis, 20 Februari 2025 - 09:20 WIB

loading...

Jerman dan Prancis Bela...

Jerman dan Inggris membela Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky usai disebut diktator oleh Presiden AS Donald Trump. Foto/X @ZelenskyyUa

BERLIN - Dua sekutu NATO, Jerman dan Inggris, membela Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah disebut diktator oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa "salah dan berbahaya" bagi Trump menyebut Zelensky sebagai diktator.

"Yang benar adalah Volodymyr Zelensky adalah kepala negara terpilih Ukraina," kata Scholz kepada Spiegel pada hari Rabu, yang dilansir AFP, Kamis (20/2/2025).

Sebelumnya pada hari Rabu Trump menyebut Zelensky seorang diktator tanpa pemilu.

Baca Juga

 Zelensky Itu Diktator Tanpa Pemilu!

Masa jabatan lima tahun Zelensky berakhir tahun lalu tetapi hukum Ukraina tidak mewajibkan pemilu digelar selama masa perang.

Scholz mengecam segala upaya untuk menyangkal legitimasi demokratis Presiden Zelensky.

"Fakta bahwa pemilu yang layak tidak dapat diadakan di tengah perang tercermin dalam konstitusi dan hukum pemilu Ukraina," katanya.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock juga membalas komentar Trump, menyebutnya "tidak masuk akal".

"Jika Anda melihat dunia nyata alih-alih hanya mengirim tweet, maka Anda tahu siapa di Eropa yang harus hidup dalam kondisi kediktatoran: orang-orang di Rusia, orang-orang di Belarusia," kata Baerbock kepada penyiar ZDF.

Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

Baca Berita Terkait Lainnya

DeepSeek China Hadapi...

11 menit yang lalu

Jerman dan Prancis Bela...

1 jam yang lalu

AS Uji ICBM Minuteman...

1 jam yang lalu

AS Uji Tembak Rudal...

2 jam yang lalu

Arab Saudi Melarang...

2 jam yang lalu

 Zelensky...

3 jam yang lalu

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |