8000hoki.com ID website Slot Gacor Terbaru Mudah Lancar Win Terus
hokikilat.com Pusat Agen web Slots Gacor Myanmar Terbaru Pasti Lancar Jackpot Full Non Stop
1000 Hoki Online Data Agen web Slot Maxwin China Terpercaya Pasti Jackpot Setiap Hari
5000 hoki List Daftar server Slot Maxwin Thailand Terkini Mudah Lancar Win Non Stop
7000hoki.com Data Login web Slots Gacor China Terbaru Sering Jackpot Setiap Hari
9000 hoki Data Login situs Slots Gacor Vietnam Terbaik Sering Lancar Win Full Setiap Hari
Akun game Slots Maxwin basis Thailand Terkini Sering Lancar Scatter Full Online
Idagent138 Daftar Id Slot Gacor
Luckygaming138 Daftar Akun Slot Maxwin
Adugaming Id Slot Gacor Online
kiss69 Daftar Akun Slot Terpercaya
Agent188 Daftar Id Slot Gacor Terbaik
Moto128 login Akun Slot Anti Rungkat Terbaik
Betplay138 login Id Slot Anti Rungkat
Letsbet77 Daftar Akun Slot Maxwin Terpercaya
Portbet88 Id Slot Anti Rungkad Online
Jfgaming Id Slot Anti Rungkad Online
MasterGaming138 Daftar Slot Game
Adagaming168 Daftar Akun Slot
Kingbet189 login Id Slot Anti Rungkat
Summer138 Slot Terbaik
Evorabid77 Daftar Slot Anti Rungkat
loading...
Jerman dan Inggris membela Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky usai disebut diktator oleh Presiden AS Donald Trump. Foto/X @ZelenskyyUa
BERLIN - Dua sekutu NATO, Jerman dan Inggris, membela Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah disebut diktator oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa "salah dan berbahaya" bagi Trump menyebut Zelensky sebagai diktator.
"Yang benar adalah Volodymyr Zelensky adalah kepala negara terpilih Ukraina," kata Scholz kepada Spiegel pada hari Rabu, yang dilansir AFP, Kamis (20/2/2025).
Sebelumnya pada hari Rabu Trump menyebut Zelensky seorang diktator tanpa pemilu.
Masa jabatan lima tahun Zelensky berakhir tahun lalu tetapi hukum Ukraina tidak mewajibkan pemilu digelar selama masa perang.
Scholz mengecam segala upaya untuk menyangkal legitimasi demokratis Presiden Zelensky.
"Fakta bahwa pemilu yang layak tidak dapat diadakan di tengah perang tercermin dalam konstitusi dan hukum pemilu Ukraina," katanya.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock juga membalas komentar Trump, menyebutnya "tidak masuk akal".
"Jika Anda melihat dunia nyata alih-alih hanya mengirim tweet, maka Anda tahu siapa di Eropa yang harus hidup dalam kondisi kediktatoran: orang-orang di Rusia, orang-orang di Belarusia," kata Baerbock kepada penyiar ZDF.
Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya