Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menunjukkan informasi terkait fasilitas tenda jamaah calon haji Indonesia di Mina, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (23/5/2026) waktu setempat.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap adanya temuan miring di balik sejumlah catatan ketidaknyamanan jamaah terkait tata kelola tenda selama fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Dahnil mengendus adanya dugaan sabotase dari pihak-pihak tertentu yang sengaja mencopot daftar nama penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina hingga memicu kekacauan.
Dahnil menjelaskan bahwa kementerian sebenarnya sudah melakukan persiapan matang dengan menempelkan daftar nama jamaah di setiap tenda demi ketertiban. Namun, saat pelaksanaan di lapangan, lembaran-lembaran penertiban tersebut justru hilang secara misterius karena dilepas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Catatan pentingnya tentu pertama ya, di Arafah tentu kita harus kembali menertibkan misalnya tata kelola tenda Arafah. Karena memang selama ini ada ketidaktertiban misalnya data-data. Kami sudah berusaha kasih daftar nama bahkan tenda ini, tapi selalu ada yang copot. Ada yang ketidaktertiban, ada yang berusaha mencopot dan kemudian mengacaukan penertiban itu, pun demikian di Mina," ujar Dahnil Anzar kepada wartawan di Mina, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Dahnil, hilangnya daftar nama tersebut bukan sekadar faktor teknis atau ketidaksengajaan. Pihaknya melihat ada indikasi kuat dari oknum-oknum tertentu yang memang berniat memperkeruh situasi di lapangan agar manajemen tenda terlihat berantakan.
"Karena kami sudah tempel ini daftar namanya di sini, siapa saja di sini, tapi ada yang copot. Ada dugaan kami beberapa pihak yang berusaha mengacaukan tata kelola yang baik," katanya.
Selain masalah internal di area tenda, Dahnil juga menyoroti kendala pergerakan jemaah di Muzdalifah. Sistem antrean yang telah diatur berdasarkan skema jemaah murur (melintas) dan mabit reguler sempat terganggu karena faktor ketidaksabaran, yang kemudian diperparah oleh aksi provokasi oknum di lapangan.
"Kemudian di Muzdalifah misalnya, sudah kami atur mana yang murur, mana yang mabit sepenuhnya di Muzdalifah. Namun kemudian biasanya tidak sabar antrean keberangkatan dari Muzdalifah ke Mina. Nah itu, ketidaktertiban itu kadang-kadang diperparah dengan provokasi-provokasi di lapangan. Nah oleh sebab itu, ke depan kami harus memperbaiki ini semuanya," lanjut Dahnil.
Merespons berbagai temuan dan gangguan tersebut, Dahnil memastikan pihak kementerian tidak akan tinggal diam. Evaluasi total akan segera dilakukan demi memperketat pengawasan pada penyelenggaraan haji mendatang.
Ia menginstruksikan agar seluruh lini petugas di lapangan meningkatkan ketegasan serta kekompakan guna mengantisipasi manuver dari pihak-pihak yang ingin mengacaukan jalannya ibadah jemaah.
"Artinya petugas harus lebih tegas, petugas harus lebih kompak untuk menertibkan masalah-masalah yang muncul di tahun-tahun ini," kata Dahnil.

3 hours ago
1

















































