IRGC Kembali Tembak Jatuh Dua Jet Tempur Canggih AS, Salah Satunya F-35

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Militer Iran mengeklaim telah menembak jatuh dua jet tempur canggih Amerika Serikat, termasuk satu pesawat F-35, Jumat (3/4/2026). Pengumuman ini disampaikan menyangkal klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan menghancurkan pertahanan udara Iran. 

Press TV melansir, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa pertahanan udaranya yang baru dikembangkan dan lebih canggih telah menembak jatuh jet tempur siluman F-35 di Iran tengah.

Pesawat yang jatuh itu milik skuadron Lakenheath, katanya, seraya menambahkan bahwa jet tempur tersebut hancur total dan jatuh. Karena pesawat tersebut hancur total, nasib pilotnya masih belum diketahui.

Sebelumnya pada Jumat, IRGC mengumumkan bahwa jet tempur musuh canggih lainnya menjadi sasaran sistem pertahanan udara di selatan Pulau Qeshm. Pesawat canggih tersebut kemudian jatuh di antara pulau Hengam dan Qeshm, jatuh "ke kedalaman Teluk Persia".

Jatuhnya pesawat tersebut merupakan tanggapan langsung terhadap retorika Washington baru-baru ini. IRGC mencatat bahwa Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa pasukan AS telah menghancurkan pertahanan udara Iran.

“Menyusul klaim palsu dari pembohong Presiden AS mengenai kehancuran total pertahanan udara IRGC, beberapa saat yang lalu sebuah jet tempur musuh yang canggih diserang di selatan Pulau Qeshm oleh sistem pertahanan udara canggih modern Angkatan Laut IRGC, di bawah kendali jaringan pertahanan udara terintegrasi negara tersebut,” bunyi pernyataan IRGC.

Intersepsi ini menambah daftar kerugian penerbangan yang mengejutkan bagi militer AS. Pada 11 Maret, IRGC berhasil menyerang jet tempur siluman F-35 Angkatan Udara AS di wilayah udara Iran tengah.

Sementara media AS kemudian mengkonfirmasi bahwa sebuah F-35 melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara AS di Asia Barat karena apa yang diyakini sebagai tembakan Iran, laporan berikutnya oleh NPR mencatat bahwa pesawat yang rusak berat tersebut tidak akan dapat melanjutkan operasinya dalam waktu dekat.

Selain itu, militer AS telah mengkonfirmasi hilangnya tiga pesawat F-15 AS dan satu kapal tanker KC-135 selama perang yang sedang berlangsung. Pentagon terus berupaya untuk menutupi kerugian besar ini, dengan menggambarkan jatuhnya pesawat sebagai “tembakan ramah” atau “kecelakaan.”

Baru-baru ini, militer AS bahkan mengumumkan jatuhnya pesawat F-35 di Nevada, sebuah pengumuman yang secara luas dipandang oleh para ahli militer sebagai berita penutup yang menyedihkan atas hilangnya jet tempur siluman dalam perang dengan Iran.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |