Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Bahrain

4 hours ago 2

GARDA Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guards Corps/IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain pada Sabtu, 18 Juli 2026. Sasaran serangan disebut mencakup dermaga pendukung bahan bakar armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

Menurut laporan Anadolu, IRGC juga mengklaim menghancurkan pusat data intelijen Amerika Serikat di Bahrain dan pusat sinyal serta komunikasi militer Amerika Serikat di Kuwait.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Iran-AS Masih Saling Serang

Dilansir Ynetnews, Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan sehingga memperluas konflik ke kawasan Teluk. Iran mengaku menyerang fasilitas militer, intelijen, dan pendukung logistik bahan bakar milik Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Sementara itu, Bahrain menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat beberapa serangan udara Iran pada Sabtu.

Kerajaan Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat, berulang kali mengaktifkan sistem pertahanan udaranya sejak eskalasi konflik terbaru berlangsung.

Serangan Iran terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer terhadap Iran selama tujuh malam berturut-turut. Militer Amerika Serikat menyatakan operasi tersebut bertujuan “untuk terus melemahkan kemampuan militer Iran.” Media Iran kemudian melaporkan ledakan di sejumlah wilayah, antara lain Bandar Abbas, Lar, Ahvaz, Sirik, Qeshm, dan Yazd.

Adapun Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memusatkan operasi terbarunya pada jaringan logistik militer Iran, sistem pengawasan, infrastruktur pesisir, serta kemampuan yang berkaitan dengan operasi di Selat Hormuz. Washington menyatakan serangan itu dimaksudkan untuk mengurangi kemampuan Iran mengancam jalur pelayaran komersial.

Sebagai balasan, Iran memperluas serangannya terhadap target yang berkaitan dengan Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan sejumlah wilayah lain di kawasan.

Iran Klaim Hancurkan Pusat Intelijen

Selain pangkalan udara dan dermaga militer, Iran juga mengklaim menghancurkan pusat data intelijen Batelco di Bahrain. Sebelumnya, media pemerintah Iran menyebut sasaran tersebut sebagai pusat kecerdasan buatan utama Bahrain. Namun, dalam pernyataan terbaru, IRGC mengidentifikasi target itu sebagai pusat data intelijen Batelco.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, menyatakan fasilitas itu digunakan Amerika Serikat untuk mendukung operasi militernya. “Pusat itu, yang digunakan Setan Besar untuk mengarahkan musuh dalam melakukan kejahatan perang, telah dihancurkan sepenuhnya oleh rudal balistik dan puluhan drone.” Iran juga mengklaim menyerang gudang penyimpanan drone militer Amerika Serikat di Bahrain.

Eskalasi terbaru terjadi meskipun Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu untuk mengakhiri perang dan membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang. Namun, saling serang antara kedua negara terus berlanjut dan kini meluas ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |