India Wajibkan Kartu e-Arrival Digital Mulai April 2026

5 hours ago 2

PEMERINTAH India melakukan transformasi besar dalam sistem kontrol perbatasan dengan beralih sepenuhnya ke sistem digital di seluruh bandara internasional negara tersebut. Mulai 1 April 2026, semua pengunjung asing dan pemegang kartu Warga Negara Luar Negeri India (OCI) wajib mengisi digital e-arrival card atau kartu kedatangan digital sebagai syarat masuk ke negara tersebut.

Langkah ini mengakhiri masa transisi enam bulan yang sebelumnya mengizinkan penggunaan kartu kedatangan fisik dan digital secara bersamaan sejak Oktober 2025. Kartu e-Arrival ini bukan merupakan pengganti visa, melainkan instrumen keamanan dan pengumpulan data statistik, seperti dilansir dari Travel + Leisure.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Wisatawan diwajibkan mengirimkan formulir digital tersebut dalam kurun waktu 72 jam sebelum jadwal ketibaan di India. Informasi yang perlu disiapkan antara lain nama lengkap, kewarganegaraan, detail paspor, nomor telepon, alamat surel, hingga detail penerbangan dan tujuan kunjungan. Setelah pengajuan berhasil, pelancong akan menerima kode QR yang cukup dipindai di loket imigrasi untuk memastikan proses masuk yang lebih mulus dan cepat.

Menurut laporan Bhaskar English, kebijakan ini mengadopsi praktik terbaik global yang telah sukses diterapkan oleh negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Penggunaan teknologi ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan entri data manual dan mengurangi tumpukan limbah kertas, sejalan dengan komitmen keberlanjutan lingkungan.

Meskipun tidak mengisi formulir ini tidak secara otomatis menghalangi seseorang untuk masuk ke India, pihak berwenang memperingatkan bahwa kelalaian tersebut akan memperlambat proses imigrasi secara signifikan karena adanya pemeriksaan tambahan dan waktu tunggu yang lebih lama di bandara.

Karena kartu kedatangan digital berbeda dengan visa elektronik, pengunjung internasional tetap harus memiliki visa elektronik atau fisik yang valid selain kartu kedatangan yang telah diajukan secara daring itu. Pengisian dapat dilakukan melalui tiga saluran resmi, yaitu situs Biro Imigrasi, portal online Visa India, atau melalui aplikasi seluler "Su-Swagatam".

Beberapa maskapai penerbangan seperti Emirates, Air India dan Lutfhansa mulai mengingatkan penumpang untuk mengisi formulir sebelum keberangkatan. Termasuk memeriksa konfirmasi selama proses check-in. Penumpang yang tiba di bandara tanpa mengisi kartu tersebut mungkin akan diminta untuk mengisinya di ponsel mereka sebelum menerima boarding pass.

Sistem ini menambahkan satu langkah lagi ke daftar periksa pra-penerbangan—selain paspor dan visa.Tapi jika sudah mengisi sebelumnya, dapat mempersingkat pemeriksaan saat kedatangan. Sistem ini diharapkan dapat memodernisasi layanan bagi jutaan wisatawan internasional yang berkunjung setiap tahunnya.

Imanda Zahwa berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: 5 Destinasi Slow Travel di Asia dari India hingga Thailand

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |