Imigrasi Tangkap 170 WNA Selama 3 Hari Menggelar Operasi

12 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menangkap 170 warga negara asing dalam Operasi Wirawaspada di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Plt Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman mengatakan, operasi tersebut dilakukan dalam rentang 14 hingga 16 Mei 2025.

"Adapun hasil dari operasi tersebut, Ditjen Imigrasi menjaring 170 warga negara asing yang berasal dari 27 negara," kata dia saat konferensi pers di Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta Selatan, pada Jumat, 16 Mei 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Rincian pelanggaran dari 170 WNA tersebut, kata Yuldi, adalah tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan. Selain itu, ada yang memberikan keterangan yang tidak benar, menggunakan sponsor fiktif, melebihi izin tinggal (overstay), hingga mengaku sebagai investor palsu.

"Banyak sekali ditemukan hal tersebut sehingga kita tindak tegas di bawah komandonya Imigrasi," tuturnya.

Yuldi menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan secara serentak di 28 lokasi. Dalam pelaksanaannya, pihaknya melibatkan 10 kantor imigrasi, dengan fokus operasi yang menyasar tiga jenis lokasi utama sebagai objek pengawasan.

"Lokasi yang menjadi sasaran objek operasi kita ada di tiga objek, yaitu apartemen, kemudian beberapa kafe di wilayah Jakarta Pusat, kemudian pusat perbelanjaan di Jakarta Barat," ujar dia.

Tiga objek lokasi tersebut, kata Yuldi, menjadi target operasi karena belakangan ini muncul sejumlah aktivitas yang melibatkan warga negara asing. Salah satu contohnya adalah insiden di mana seorang WNA tiba-tiba mengamuk di sebuah swalayan di Kalibata City Square, Jakarta Selatan.

"Mengamuk tanpa bisa dikendalikan. Kemudian ada beberapa tempat juga di Bali. Semuanya membuat kegaduhan di masyarakat," ujar dia.

Direktorat Jenderal Imigrasi juga mengimbau para pemilik dan pengelola penginapan untuk melaporkan keberadaan warga negara asing kepada pihak imigrasi. Dengan begitu, menurut Yuldi, pihaknya dapat memantau dan mengawasi aktivitas para WNA tersebut secara lebih optimal.

"Kemudian kami mengharapkan juga agar masyarakat proaktif selalu melaporkan apabila adanya pelanggaran keimigrasian yang dilakukan oleh warga negara asing," ujarnya

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |