REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama tenant, mitra, dan stakeholder kawasan menyalurkan 29 hewan kurban kepada masyarakat di sekitar The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori pada momen Idul Adha 1447 H. Langkah ini bentuk penguatan hubungan sosial dengan masyarakat dan komunitas lokal, termasuk desa penyangga.
Keterlibatan berbagai pihak mencerminkan semangat kebersamaan yang tumbuh di dalam ekosistem kawasan, di mana kontribusi dilakukan secara gotong royong untuk memperluas manfaat bagi masyarakat penerima di masing-masing wilayah.
Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar mengatakan, Idul Adha tidak hanya menjadi sarana berbagi, juga ruang refleksi atas pentingnya membangun hubungan yang tumbuh selaras antara destinasi pariwisata dan masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, keberadaan kawasan perlu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan bersama melalui hubungan sosial yang harmonis dan partisipasi berbagai pihak di dalam ekosistem kawasan.
“Melalui momentum ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama kawasan,’’ kata Ahmad dalam keterangan Kamis (28/5/2026).
Bagi ITDC, pengembangan kawasan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan investasi, tetapi juga bagaimana kawasan dapat berkembang secara selaras dengan lingkungan sosial di sekitarnya.
‘’Karena itu, keterlibatan tenant, mitra, pelaku usaha, dan stakeholder kawasan dalam kegiatan kurban ini menjadi wujud semangat gotong royong untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan bersama,” ujar Ahmad.
Di The Mandalika, penyerahan hewan kurban dilakukan secara simbolis, Senin (25/5/2026) di Bazaar Mandalika oleh General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, didampingi jajaran manajemen ITDC.
Sebanyak 26 hewan kurban disalurkan yang terdiri atas 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing, hasil kolaborasi antara ITDC, tenant, mitra kawasan, serta pelaku usaha di kawasan.
Hewan kurban itu kemudian disalurkan ke beberapa pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, MUI Kabupaten Lombok Tengah, masjid, pondok pesantren, unsur pengamanan kawasan, komunitas pemuda, hingga masyarakat di desa dan dusun sekitar kawasan.
Termasuk, tujuh desa penyangga The Mandalika. Yakni Desa Kuta, Desa Sengkol, Desa Mertak, Desa Prabu, Desa Sukadana, Desa Pengengat, dan Desa Rembitan.
Sekretaris Desa Kuta, Lalu Mardan, mengapresiasi perhatian dan kepedulian yang diberikan ITDC bersama stakeholder kawasan kepada masyarakat desa penyangga.
“Kami berterima kasih atas perhatian ITDC bersama seluruh pihak yang terlibat,’’ katanya.
Kegiatan seperti ini tidak hanya memberi manfaat, juga memperkuat kedekatan dan rasa kebersamaan antara warga dengan kawasan The Mandalika. Kehadiran dan perhatian seperti ini membuat masyarakat merasa dilibatkan serta menjadi bagian dari perkembangan kawasan.
‘’Kami berharap hubungan baik, komunikasi, dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus dijaga sehingga manfaat keberadaan kawasan semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain di The Mandalika, penyaluran hewan kurban dilakukan di The Nusa Dua dan The Golo Mori. Di The Nusa Dua, ITDC menyerahkan satu ekor sapi kepada pengurus Mushalla ITDC pada Selasa (26/5/2026).
Prosesi simbolis dilakukan manajemen The Nusa Dua yang diwakili VP Operation and Services The Nusa Dua, I Putu Trisna Wijaya, bersama VP Commercial and Relations The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti.
Sedangkan di The Golo Mori, dua ekor sapi kurban diserahkan pada Jumat (22/5/2026) kepada masyarakat, melalui Masjid At-Taqwa di Dusun Soknar dan Masjid Nur Khotimah di Dusun Ra’ong melalui Kepala Desa Golo Mori.
Penyerahan dilakukan General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, didampingi jajaran manajemen ITDC, dengan cakupan penerima manfaat sebanyak 142 kepala keluarga di Dusun Soknar dan 135 kepala keluarga di Dusun Ra’ong.
Ahmad menyatakan, Idul Adha mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang ingin terus dibangun di setiap kawasan. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi pengingat bahwa kawasan pariwisata tak terpisah dari kehidupan masyarakat sekitarnya.
‘’Ketika mereka dapat tumbuh bersama, merasa dilibatkan, dan merasakan manfaatnya, di situlah kawasan memiliki arti yang lebih besar. Semangat kebersamaan inilah yang ingin terus kami jaga di setiap kawasan ITDC,” tutup Ahmad.

3 hours ago
3

















































