Gubernur Bali ingin data jelang uji coba digitalisasi bansos dibenahi.
REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Gubernur Bali Wayan Koster menekankan perlunya pembenahan data penerima bantuan sosial (bansos) menjelang uji coba digitalisasi di provinsi tersebut. Langkah ini bertujuan agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah di masyarakat.
Dalam rapat virtual bersama Kementerian PPN/Bappenas, Koster menyatakan bahwa validitas data penerima adalah faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Program digitalisasi bansos di Bali merupakan upaya strategis untuk meningkatkan tata kelola penyaluran bantuan, sehingga bantuan dapat diterima secara adil dan transparan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Provinsi Bali menjadi satu-satunya provinsi yang dijadikan percontohan untuk pelaksanaan pemerintahan berbasis digital dalam penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan di sembilan kabupaten/kota. Untuk mendukung program ini, sebanyak 8.416 agen digitalisasi telah disiapkan di seluruh wilayah Bali. Agen tersebut bertugas membantu masyarakat dalam pengajuan bantuan sosial.
Meski fokus utama adalah digitalisasi bansos, Pemprov Bali berencana mengembangkan transformasi digital secara lebih luas dalam tata kelola pemerintahan di masa depan. Koster juga menggarisbawahi pentingnya agen digitalisasi memahami tugas dan tanggung jawabnya secara detail dan mampu berkomunikasi efektif dengan masyarakat di desa-desa.
Dengan data yang akurat dan dukungan agen di lapangan, Koster optimistis program ini dapat menuntaskan masalah kemiskinan. Keberhasilan Bali sebagai percontohan akan menjadi model bagi uji coba nasional. Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Kementerian PPN/Bappenas, Tirta Sutedjo, mengapresiasi komitmen Bali dan berharap kesejahteraan di provinsi tersebut meningkat melalui skema on demand agar masyarakat dapat mendaftarkan diri secara mandiri untuk bantuan sosial.
Kementerian PPN/Bappenas juga meminta Bali mengintegrasikan program bansos dengan perlindungan dan jaminan sosial lainnya, seperti program kesehatan dan Program Indonesia Pintar, sesuai arahan Presiden, untuk mencapai kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat Bali.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
2
















































