REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pangsa pasar gim lokal di Indonesia masih tertinggal di tengah pertumbuhan industri yang terus meningkat. Pemerintah mulai menjaring masukan pelaku industri untuk mengevaluasi kebijakan dan memperkuat ekosistem gim nasional.
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar public hearing guna menghimpun aspirasi dari pengembang, investor, dan praktisi industri gim. Forum ini membahas tantangan struktural mulai dari pendanaan hingga dominasi produk asing di pasar domestik.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, subsektor gim menunjukkan pertumbuhan positif. Nilai ekspor pengembang gim Indonesia pada 2025 mencapai 60,8 juta dolar AS dan menjadi kontributor ekspor terbesar keempat di sektor ekonomi kreatif.
Namun, ia menyoroti rendahnya penetrasi gim lokal di pasar domestik yang masih berada di kisaran 1 persen. Kondisi ini menunjukkan ketimpangan antara potensi industri dan daya saing produk dalam negeri.
“Pemerintah tidak tinggal diam dan telah mendorong percepatan lewat Perpres Nomor 19 Tahun 2024. Semangatnya jelas: kita ingin gim buatan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu unjuk gigi di kancah global,” ujar Leontinus dalam sambutannya di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menekankan pentingnya pelibatan pelaku industri dalam proses perumusan kebijakan. Menurutnya, banyak kendala di lapangan yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam regulasi.
“Siang ini, posisinya dibalik. Pemerintah yang akan jadi pendengar, dan teman-teman pelaku industrilah yang jadi pembicara utamanya. Tolong sampaikan masukan, saran, curhatan soal pain points, atau bahkan kritik pedas sekalipun ke kami. Jangan ada yang ditahan-tahan,” kata Leontinus.
Kemenko PM menyebut hasil diskusi akan dirumuskan dalam rekomendasi kebijakan, termasuk policy brief yang diharapkan menjadi dasar penguatan industri gim nasional.
CEO Toge Productions Kris Antoni Hadiputra menilai forum ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki kesenjangan antara kebijakan dan kebutuhan industri.
“Forum seperti ini memberikan harapan baru bahwa kebijakan ke depan akan lebih ‘nyambung’ dengan apa yang kami hadapi di studio setiap hari. Ini adalah langkah awal yang sangat positif untuk membawa gim lokal naik level. Semoga tidak hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri, tapi dari acara ini bisa muncul langkah yang nyata,” kata Kris.
Kegiatan ini menghadirkan pelaku industri dari berbagai lini, termasuk perwakilan pemerintah, investor, dan studio gim. Pemerintah menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk meningkatkan daya saing gim lokal di pasar domestik maupun global.

7 hours ago
3

















































