Gara-gara Korupsi Petral, Harga Minyak Diduga Lebih Mahal

3 hours ago 1

KEJAKSAAN Agung mengungkap dugaan praktik korupsi dalam pengadaan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Korupsi yang menyeret pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid ini diduga berdampak pada mahalnya harga pengadaan minyak mentah.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan modus dalam perkara ini antara lain memperpanjang rantai pasok minyak. “Proses tender atau pengadaan minyak mentah dan produk kilang tersebut menyebabkan rantai pasokan yang lebih panjang dan harga lebih tinggi,” ujar Syarief dalam konferensi pers pada Kamis malam, 9 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Harga minyak mentah yang menjadi tinggi itu, kata Syarief, terutama untuk produk Gasoline 88 atau dikenal dengan Premium 88 dan Gasoline 92. Praktik ini diduga menimbulkan kerugian bagi PT Pertamina.

Selain itu, penyidik menemukan adanya pengkondisian tender agar dimenangkan oleh pihak tertentu yang terafiliasi dengan Rizal Chalid, beneficial owner beneficial owner Gold Manor, VeritaOil, dan Global Energy Resources (GER). Praktik tersebut membuat proses pengadaan tidak berjalan secara kompetitif.

Kejagung menyebut praktik tersebut tidak hanya memperpanjang rantai distribusi, tetapi juga membuka ruang terjadinya mark up harga dalam proses pengadaan. Saat ini, penyidik masih menghitung besaran kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut bersama auditor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam perkara ini, kejaksaan menetapkan tujuh tersangka yang diduga terlibat dalam pengaturan tender dan pengadaan minyak di Petral, termasuk Riza Chalid. Para tersangka dijerat Pasal 603 jo Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penyidik menahan lima tersangka di rumah tahanan selama 20 hari.

Selain Riza Chalid, tersangka lain di kasus ini yakni Manager Niaga Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina yang terakhir menjabat Managing Director Pertamina Energy Services (PES) BBG; Head of Trading PES periode 2012–2014 AGS; Senior Trader Pertamina Energy Services Pte Ltd periode 2009–2015 MLY; crude trading manager di PES NRD; VP Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina yang terakhir menjabat Direktur Utama PT Pertamina International Shipping TFK; beneficial owner Gold Manor, VeritaOil, dan Global Energy Resources (GER) Muhammad Riza Chalid; serta pihak swasta sekaligus direktur perusahaan milik Riza Chalid, IRW.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |