Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri urung naik podium puncak di Singapore Open 2026. Pasangan Merah Putih itu harus mengakui keunggulan unggulan keempat asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dalam pertandingan final yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Ahad (31/5/2026).
Fajar/Fikri sempat membuka peluang meraih gelar setelah merebut gim pertama 21-18. Namun, pasangan India mampu mengubah ritme permainan dan mengambil alih kendali pertandingan pada dua gim berikutnya. Hasil itu membuat Fajar/Fikri kembali harus puas sebagai runner-up meski tampil impresif sepanjang turnamen.
Fajar mengaku tetap bersyukur bisa mencapai final. Bersama Fikri, ia mengaku sudah mengeluarkan kemampuan terbaik. "Kami sudah main maksimal tapi harus diakui lawan bermain sangat baik hari ini. Mereka sangat percaya diri dan mempunyai serangan yang sangat mematikan," ujar Fajar.
Pasangan India, kata Fajar, mampu memanfaatkan situasi ketika dirinya dan Fikri terpaksa mengangkat bola. Kondisi tersebut membuat lawan lebih leluasa melancarkan serangan. Ia juga memberikan selamat kepada Rankireddy/Shetty yang sebelumnya tampil luar biasa dengan menyingkirkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae di semifinal.
Fikri melihat perubahan taktik lawan menjadi faktor utama kekalahan mereka. Pada gim kedua dan ketiga, pasangan India bermain lebih cepat dalam servis dan pengembalian pertama sehingga tekanan terus mengarah ke kubu Indonesia. "Kami tetap selalu berusaha untuk keluar dari tekanan itu, tapi mereka solid sekali," kata Fikri.
Meski gagal menjadi juara, Fajar/Fikri langsung mengalihkan fokus ke Indonesia Open 2026 yang dimulai pekan depan. Fajar menegaskan mereka masih memiliki banyak target musim ini dan ingin tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri di Istora Senayan. Ia juga mengakui perlu ada evaluasi, terutama soal mental dalam situasi-situasi krusial setelah untuk kelima kalinya gagal mengakhiri final dengan gelar juara.
"Kami ingin menampilkan yang terbaik di sana, di hadapan publik sendiri, di Istora Senayan. Kami berharap bisa all out," kata Fajar.
Indonesia sebelumnya juga sempat menaruh harapan di sektor tunggal putra lewat Alwi Farhan yang melaju hingga semifinal. Namun langkah pebulu tangkis muda tersebut dihentikan wakil Prancis Alex Lanier setelah kalah dua gim langsung 14-21, 11-21.
sumber : Antara

3 hours ago
4
















































