Dunia Sedang tak Baik-Baik Saja, Waketum MUI Dorong Persatuan Umat

1 day ago 5

Waketum MUI KH M Cholil Nafis bersama sejumlah pimpinan ormas Islam bersilaturahim dengan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, Duta Besar Arab Saudi Faisal Abdulah H Amodi, dan Duta Besar Yaman Salem Ahmed Balfakeeh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengingatkan bahwa dunia Islam dan tatanan global saat ini tengah berada dalam situasi yang tidak baik-baik saja.

Konflik yang meluas di berbagai belahan dunia dinilainya bukan sekadar persoalan lokal, melainkan berpotensi merambat hingga kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

"Semalam kami diskusi terbatas dengan Wakil Menteri Luar Negeri, Dubes Yaman, Dubes Saudi, lalu ketua-ketua Ormas untuk membangun ukhuwah bahwa dunia ini sekarang tidak sedang baik-baik saja, di Amerika seperti peristiwa di Venezuela," ujar Kiai Cholil saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (6/1/2026).

Hal ini disampaikan Kiai Cholil usai menghadiri silaturahim dan diskusi terbatas pada Senin (5/1/2026) malam bersama Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, Duta Besar Arab Saudi Faisal Abdulah H Amodi, dan Duta Besar Yaman Salem Ahmed Balfakeeh.

Hadir juga sejumlah tokoh umat Islam lainnya, seperti Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas, Ketua Umum Al- Irsyad Prof Faisol bin Madi, Ketua Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin, Ketua Perti Buya Syari Hutauruk, dan pendakwah Ustadz Abdul Somad (UAS).

“Kita melihat sekarang dunia sedang diancam oleh konflik dan konflik banyak diwarnai oleh soal kepentingan ekonomi yang itu seringkali juga membawa ideologi, keagamaan, aliran,” ucap Kiai Cholil.

Ia pun mencontohkan konflik di Timur Tengah seperti Yaman yang diwarnai pengeboman dan benih ketegangan regional, konflik di Sudan, hingga instabilitas di sejumlah kawasan Asia Tenggara. Bahkan, menurutnya, konflik global kerap dimulai dari perpecahan internal suatu bangsa.

Menurutnya, pola seperti ini bisa merambat ke negara lain, termasuk kawasan Asia Tenggara. Karena itu, Kiai Cholil menegaskan pentingnya Indonesia membangun persatuan nasional sebagai benteng utama.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |