Donald Trump Tolak Permohonan Pengampunan Hukum Sean ‘Diddy’ Combs

16 hours ago 6

REPUBLIKA.JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa Sean "Diddy" Combs pernah mengajukan permohonan grasi atas hukuman penjaranya. Namun Trump menegaskan, ia tidak berencana mengabulkan permintaan tersebut.

Dalam laporan eksklusif New York Times, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Diddy memang pernah meminta pengampunan hukum darinya. "Dia meminta saya memberikan grasi," kata Trump, seraya menambahkan bahwa permintaan itu disampaikan melalui sebuah surat.

Ketika diminta menjelaskan lebih lanjut isi surat tersebut, Trump berkata, "Oh, apakah Anda ingin melihat surat itu?". Namun, menurut catatan The Times, Trump tidak menunjukkan surat tersebut kepada wartawan.

Seorang juru bicara Gedung Putih telah mengonfirmasi pernyataan Trump tersebut. Sementara itu, juru bicara Diddy menolak memberikan komentar.

Musisi dan eksekutif rekaman ternama, Sean "Diddy" Combs, divonis bersalah atas dua dakwaan terkait prostitusi pada Juli lalu, dan dijatuhi hukuman 50 bulan penjara pada Oktober. Isu kemungkinan Trump memberikan grasi kepada Diddy sebenarnya sudah mencuat sebelumnya. Pada Mei 2025, Trump sempat ditanya dalam konferensi pers apakah ia akan mempertimbangkan pemberian grasi.

"Saya sudah tidak bertemu atau berbicara dengannya selama bertahun-tahun. Saya tidak tahu. Saya tentu akan melihat fakta-faktanya. Jika saya merasa seseorang diperlakukan tidak adil, maka tidak masalah apakah dia menyukai saya atau tidak," kata Trump kala itu, dilansir dari People, Jumat (9/1/2026).

Seorang wartawan kemudian mengingatkan bahwa Trump pernah menyebut Combs sebagai temannya pada 2012. Trump membenarkan kedekatan itu, tetapi mengklaim hubungan mereka memburuk ketika ia mencalonkan diri sebagai presiden pada 2016.

"Dia dulu sangat menyukai saya, tapi hubungan itu rusak. Dia membuat pernyataan-pernyataan yang buruk tentang saya," kata Trump.

Trump juga mengakui bahwa ia pernah memiliki hubungan baik dengan Diddy dan beberapa kali difoto bersama sejak akhir 1990-an, tetapi semuanya berubah saat ia terjun ke dunia politik.

"Saya dulu sangat akur dengannya. Kelihatannya dia pria yang baik. Namun ketika saya mencalonkan diri, kita menjadi sangat bermusuhan," kata Trump.

Meski dibebaskan dari dakwaan perdagangan seks dan pemerasan pada Agustus, Diddy tetap divonis bersalah atas dakwaan lebih ringan berupa pengangkutan orang untuk tujuan prostitusi dalam persidangan federal di New York. Diddy diperkirakan akan menjalani sekitar tiga tahun masa tahanan, setelah mendapatkan pengurangan hukuman karena waktu yang telah dijalani. Berdasarkan data Federal Bureau of Prisons, Diddy dijadwalkan bebas pada 4 Juni 2028.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |