REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Gubernur Senior sekaligus Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjanjikan kebijakan bank sentral yang lebih mendukung pertumbuhan ekonomi jika mendapat amanah memimpin BI. Kebijakan moneter tetap akan diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah, tetapi dengan memberikan ruang bagi pertumbuhan.
"BI rate akan diarahkan secara preemptive dan forward looking untuk menjaga stabilitas rupiah," kata Destry dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI di Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, stabilisasi nilai tukar rupiah juga akan diperkuat melalui smart intervention. Sementara itu, operasi moneter yang berorientasi pasar akan dioptimalkan agar transmisi kebijakan semakin efektif dan likuiditas tetap tersedia bagi pasar uang, perbankan, dan sektor riil.
Tak hanya kebijakan moneter, Destry akan mendorong kebijakan makroprudensial yang lebih pro-pertumbuhan. Instrumen makroprudensial akan dioptimalkan untuk mendorong pembiayaan, terutama kepada sektor-sektor prioritas.
Destry menilai, langkah tersebut diperlukan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih memiliki ruang untuk dipacu. Dia pun menyoroti kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) mencapai Rp 2.548 triliun atau 21,8 persen dari total plafon.
"Pertumbuhan kredit masih dapat terus didorong, mengoptimalkan undisbursed loan yang saat ini mencapai Rp 2.548 triliun atau 21,8 persen dari plafon, dan upaya penguatan daya beli masyarakat," ucap Destry.
Menurut Destry, penguatan kredit juga perlu diarahkan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, sambung dia, kebijakan bank sentral tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi turut mendorong aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Dia juga mencatat, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Sementara inflasi Juli 2026 sebesar 2,88 persen dan masih berada dalam sasaran BI sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Sementara Destry mengusung visi menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan serta kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. "Menjaga stabilitas saja belum cukup. Bank Indonesia juga perlu terus memperkuat bauran kebijakan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Destry.
Jika terpilih, Destry memilih penguatan bauran kebijakan menjadi salah satu dari lima inisiatif strategis yang akan dijalankannya. Selain itu, kebijakan lalu lintas devisa, keuangan inklusif dan berkelanjutan, tata kelola kelembagaan dan inovasi, serta Sinergi Merah Putih akan diterapkannya.

37 minutes ago
2
















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)