Demo Serentak Indonesia Gelap, Bermakna Kebijakan Hari Ini Tanpa Ada Terangnya

1 month ago 26

Senin, 17 Februari 2025 - 14:06 WIB

loading...

Demo Serentak Indonesia...

Mahasiswa UI berkumpul di halaman FISIP UI, Depok, Senin (17/2/2025). Mereka akan mengikuti demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Jakarta. FOTO/FELLDY UTAMA

JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia Seluruh Indonesia (BEM SI) akan melakukan aksi demo bertajuk ' Indonesia Gelap ' di berbagai daerah pada Senin (17/2/2025). Di Jakarta demo akan digelar di Patung Kuda, Kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Koordinator BEM SI Herianto menjelaskan pengangkatan tema 'Indonesia Gelap' ini karena menganggap seluruh kebijakan pemerintah yang dilaksanakan tanpa adanya transparansi. "Secara umum 'Indonesia Gelap' kita memaknai bahwa kebijakan-kebijakan hari ini yang selalu dikeluarkan dan dijanjikan gelap tanpa ada terangnya," kata Herianto saat dihubungi.

Tema ini juga sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah yang selalu berharap terciptanya Indonesia emas 2045. Kata dia bagaimana mau mewujudkan Indonesia emas 2045 sedangkan beragam kebijakan saja tidak pro terhadap generasi muda.

Baca Juga

1.000 Mahasiswa UI Turun ke Jalan Ikut Demo Indonesia Gelap

"Ya jelas ini sindiran keras bagaimana mungkin mau Indonesia Emas, sedangkan kebijakan yang dihadirkan tidak berpihak ke generasi-generasi muda yang menjadi pelopor emasnya," tuturnya.

"Contohnya lapangan pekerjaan, pendidikan yang belum memadai," sambungnya.

Adapun dalam aksi hari ini, mahasiswa membawa 5 tuntutan, di antaranya:

1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.

2. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.

3. Melakukan pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokratis dan pemotongan yang merugikan.

4. Mengevaluasi total program MBG dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.

5. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

(abd)

Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

Baca Berita Terkait Lainnya

Demo Serentak Indonesia...

4 menit yang lalu

Situasi Terkini di Patung...

21 menit yang lalu

Kisah Haji Umar, Jagoan...

44 menit yang lalu

Banyak Driver Ojol Takut...

55 menit yang lalu

1.000 Mahasiswa UI Turun...

1 jam yang lalu

Nenek Suparmi Selamat...

2 jam yang lalu

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |