REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) merilis hasil survei dampak ekonomi dari libur Nataru 2025/2026. Ketua Tim Survei Nataru 2025/2026 Pustral UGM, Prof. Muhammad Zudhy Irawan menyampaikan, dampak ekonomi selama periode Nataru 2025–2026 diperkirakan mencapai Rp40,29 triliun.
Zudhy menyebut, nilai Rp40,29 triliun itu terdiri atas Rp19,97 triliun nilai ekonomi di lua transportasi dan Rp20,31 triliun nilai ekonomi transportasi, seiring dengan pergerakan 119,5 juta pelaku perjalanan sebagaimana data Kementerian Perhubungan. "Ini menunjukkan bahwa pergerakan pada masa Nataru memberikan manfaat sektor transportasi dan non transportasi yang relatif seimbang," kata Zudhy dalam rilis hasil survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan dan pelayanan transportasi angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Rabu (7/1/2026).
Jenis moda kendaraan pribadi, disebutnya mencatatkan dampak ekonomi paling tinggi di angka Rp28,13 trilun, kemudian angkutan udara Rp5,3 triliun, angkutan umum darat Rp2,9 triliun, kereta api Rp2,1 trilun dan angkutan laut di angka Rp1,6 triliun. "Jadi dampak ekonomi lumayan tinggi," ujarnya.
Sementara Caretaker Pustral UGM, Prof. Siti Malkhamah, tak menepis lonjakan permintaan perjalanan pada masa Nataru menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan operator transportasi. “Kami melakukan survei ini sebagai gambaran objektif, alat ukur kredibel. Diharap bisa mendukung formulasi kebijakan. Memberi manfaat untuk akademisi, operator, dalam pemanfaatan data dan publikasi," ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, Pustral UGM kembali menekankan pentingnya peningkatan kualitas armada dan terminal, rekayasa lalu lintas berbasis real time, penguatan posko, optimalisasi one way dan contraflow, pembatasan angkutan barang, serta perbaikan fasilitas pendukung perjalanan. Untuk sektor penerbangan, evaluasi harga tiket, penanganan delay, optimalisasi extra flight, dan penguatan posko bandara dinilai krusial sebagai persiapan ke depan.
"Kita akan hadapi mudik Lebaran ya, jadi harapannya bisa lebih maksimal lagi meski saat ini kepuasannya sudah sangat baik," ujarnya.
Direktur Lalu Lintas Angkutan Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menyebut hasil survei ini menjadi landasan evaluasi kebijakan ke depan. "Hasil IKM ini menjadi pijakan perbaikan kebijakan di Kementerian Perhubungan, sehingga diharapkan tingkat kepuasan masyarakat dapat terus meningkat pada periode berikutnya," ucapnya.

12 hours ago
6














































