Citra Satelit Ungkap Kehancuran 20 Pangkalan AS di Teluk Akibat Balasan Iran

1 hour ago 1

Foto kehancuran Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS, akibat serangan Iran ke pangkalan Pangeran Sultan di Saudi, Jumat (27/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Serangan balasan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah ternyata menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar daripada yang selama ini diakui Washington. Analisis citra satelit menunjukkan sedikitnya 20 pangkalan AS di delapan negara mengalami kerusakan signifikan akibat serangan rudal dan drone Iran sejak akhir Februari lalu.

Iran menargetkan fasilitas militer di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman. Serangan tersebut merupakan respons atas gelombang serangan AS dan Israel terhadap wilayah Iran dan Lebanon dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan analisis citra satelit yang dikutip BBC Verify, sedikitnya 20 pangkalan dan fasilitas militer AS di delapan negara Timur Tengah terkena serangan sejak akhir Februari. Namun sejumlah analis memperkirakan jumlah sebenarnya dapat mencapai 28 fasilitas karena tidak semua lokasi dapat dianalisis secara terbuka akibat pembatasan citra satelit dan alasan keamanan militer.

Pentagon mengklaim telah menyerang lebih dari 13 ribu sasaran di Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury. Namun, serangan balasan Teheran tampaknya mampu menimbulkan kerugian besar bagi infrastruktur militer AS di kawasan.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan operasi tersebut membuktikan bahwa Timur Tengah tidak lagi menjadi wilayah aman bagi pangkalan-pangkalan militer Amerika.

"Amerika tidak lagi memiliki tempat yang aman di kawasan ini untuk melakukan campur tangan dan mempertahankan pangkalan militernya," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan.

Selama ini Gedung Putih berulang kali menyatakan kemampuan militer Iran telah nyaris dilumpuhkan. Namun sejumlah analis menilai kerusakan yang terlihat di berbagai fasilitas AS menunjukkan serangan Iran jauh lebih presisi dan efektif dibandingkan yang diakui pejabat Amerika.

Seorang pejabat pertahanan AS menolak mengomentari temuan tersebut dengan alasan keamanan operasional.

Pemerintah AS bahkan berupaya membatasi analisis independen terhadap konflik dengan meminta Planet Labs, salah satu penyedia citra satelit terbesar dunia, menghentikan sementara publikasi citra baru dari Iran dan sebagian besar wilayah Timur Tengah. Perusahaan itu menyatakan langkah tersebut dilakukan agar data satelit tidak digunakan pihak yang dianggap mengancam personel NATO dan negara sekutu.

Meski demikian, BBC Verify menggunakan citra satelit dari sejumlah penyedia internasional lain serta arsip gambar lama untuk menelusuri dampak serangan Iran. Hasilnya menunjukkan kerusakan pada sejumlah fasilitas penting militer AS.

AS Rugi Besar...

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |