KEBAKARAN terjadi di pemukiman padat penduduk di Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Kamis, 28 Mei 2026 pukul 19.47 WIB. Cio, salah satu warga, bercerita detik-detik api melahap hingga 27 rumah di Gang II Jalan Krendang Barat itu.
“Saya sempat nyelametin dokumen kartu keluarga, sayangnya ijazah anak saya enggak kebawa,” ujar Cio saat ditemui Jumat pagi, 29 Mei 2026. Ia bersama putrinya masih memantau lokasi kebakaran. Seluruh benda di tempat tinggalnya nyaris tak bersisa dilahap api.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Cio tinggal di rumah kontrakan delapan pintu yang diduga sumber api. Ia tinggal di lantai dasar, sementara sumber api diduga berasal dari lantai dua. Di rumah kontrakan tersebut, Cio membuka usaha warung makan. Karena itu, kejadian ini otomatis membuat Cio dan keluarga kehilangan pemasukan.
Cio berencana tinggal di rumah saudaranya di Bekasi, Jawa Barat. “Tapi saya bingung nanti antar anak sekolah gimana karena sekolahnya di Grogol sini,” tuturnya.
Ketua RT 12, RW 05, Muhammad Irfan, yang juga menjadi korban kejadian ini bercerita serupa. Saat kejadian, ia sempat menyelamatkan dokumen-dokumen penting. “Waktu api muncul, kami memang imbau selamatkan dokumen-dokumen penting dulu,” tutur Irfan.
Saat kebakaran terjadi, warga berlarian menyelamatkan diri ke arah jalan raya. Kejadian berlangsung pada waktu warga masih banyak beraktivitas, sehingga proses evakuasi relatif lebih cepat. Di wilayahnya, Irfan mengatakan 10 rumah terdampak. Beberapa rumah yang terbakar merupakan tempat usaha konveksi, usaha kue, dan warung makan.
Bantuan mulai datang dari dinas sosial sejak semalam berupa makanan dan kebutuhan sehari-hari seperti selimut dan kasur untuk warga. Namun, Irfan mengatakan belum ada bantuan untuk pembangunan atau perbaikan rumah.
Menurutnya, mayoritas warga memilih mengungsi ke rumah saudara. Adapun barang-barang warga untuk sementara diamankan di kantor kelurahan.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kelurahan Krendang, Seman Riyadi, mengatakan kebakaran padam sekitar pukul 23.32 WIB. Setelah itu damkar menerjunkan 21 mobil pemadam kebakaran. Menurutnya, titik api kemungkinan muncul dari material yang tertimbun bangunan.
Sebanyak tujuh mobil damkar dengan 35 personel diterjunkan ke lokasi saat pemadaman awal. Namun, api kian membesar dan dikhawatirkan merembet ke bangunan lain di kawasan padat penduduk itu, sehingga jumlahnya ditambah menjadi 60 personel dan 14 unit armada. Tidak ada korban meninggal maupun korban luka dalam peristiwa ini. Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

















































