loading...
Pentagon menepis anggapan bahwa Presiden AS Donald Trump mengkhianati Ukraina dalam perang melawan Rusia. Foto/New York Times
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau bos Pentagon Pete Hegseth mengatakan Presiden Donald Trump tidak mengkhianati Ukraina dalam perang melawan Rusia.
Sebaliknya, kata Hegseth, Trump mengupayakan perdamaian dengan berbicara kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Komentar tersebut menyusul percakapan pertama yang diketahui antara para pemimpin AS dan Rusia sejak perang Ukraina pecah hampir tiga tahun lalu.
Dalam sebuah wawancara dengan The Economist beberapa jam sebelum panggilan telepon antara Putin dan Trump pada hari Rabu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa setiap pembicaraan damai yang mengecualikan Kyiv akan menjadi pengkhianatan yang berbahaya.
Hegseth menolak klaim tersebut pada hari Kamis menjelang pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels.
"Tidak ada pengkhianatan di sana. Ada pengakuan bahwa seluruh dunia dan Amerika Serikat berinvestasi dan tertarik pada perdamaian," kata kepala Pentagon tersebut, yang dilansir Russia Today, Jumat (14/2/2025).
Setelah percakapannya selama 90 menit dengan Putin, Trump mengatakan negosiasi untuk mengakhiri perang Ukraina akan dimulai segera, menambahkan bahwa dia mungkin akan bertemu dengan Putin di Arab Saudi untuk pembicaraan lebih lanjut.
Moskow tidak mengonfirmasi atau membantah pernyataan tentang kemungkinan lokasi pertemuan puncak tersebut.
Putin mendukung pandangan Trump bahwa sudah waktunya bagi Rusia dan AS untuk bekerja sama, menurut Kremlin dalam siaran pers setelah panggilan telepon tersebut.
Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya