BI: Pembiayaan Kreatif Bantu Daerah Jaga Pertumbuhan Ekonomi

7 hours ago 5

Foto udara pekerja memanen padi menggunakan mesin pertanian modern (Combine Harvester) di area persawahan kawasan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (9/8/2026). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Ibrahim menyatakan skema pembiayaan kreatif (creative financing) dapat membantu pemerintah daerah menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah kebutuhan investasi yang terus meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Ibrahim menyatakan skema pembiayaan kreatif (creative financing) dapat membantu pemerintah daerah menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah kebutuhan investasi yang terus meningkat. Ibrahim menuturkan creative financing ini sekaligus merupakan upaya diversifikasi sumber pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dapat dilakukan pemerintah daerah.

"Di tengah kebutuhan investasi yang terus meningkat, kapasitas pembiayaan pembangunan daerah menghadapi tantangan sejalan dengan dinamika ruang fiskal dan transfer ke daerah sehingga semakin menegaskan pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan di luar APBD," katanya dalam keterangan di Surabaya, Rabu (19/8/2026).

Sejauh ini, kata Ibrahim, perekonomian Jawa tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, yakni mampu tumbuh 5,65 persen (yoy) ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah.

Momentum pertumbuhan tersebut, ujar dia, perlu terus dijaga, salah satunya melalui penguatan investasi sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi karena memiliki peran strategis dengan kontribusi mencapai 29,68 persen terhadap PDRB Jawa.

Oleh sebab itu, Ibrahim menilai perlu adanya creative financing, antara lain pinjaman daerah, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), obligasi dan sukuk daerah, optimalisasi barang milik daerah, serta skema bauran pembiayaan (blended finance).

Sementara itu, sehari sebelumnya pada Rapat Koordinasi Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Wilayah Jawa Tahun 2026 di Surabaya, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni mengingatkan pemanfaatan pembiayaan kreatif tetap perlu dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kesinambungan fiskal, tata kelola yang baik, serta kesiapan proyek.

Agus menegaskan perluasan sumber pembiayaan pembangunan perlu diiringi penguatan kapasitas fiskal dan tata kelola pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, kesiapan regulasi, dan kelembagaan.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |