Bersejarah, Musuh Lama Libya Bersatu, Tentara Suriah Debut, Semua Berkumpul di Bawah Komando Turki

4 days ago 4

Orang-orang yang berdiri di depan bendera raksasa Turki menyaksikan pilot militer Turki dari formasi Bintang Turki tampil saat perayaan 100 tahun Republik Turki di Istanbul, Turki, Ahad (29/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turki semakin menunjukkan ambisinya sebagai kekuatan militer regional dengan memperluas pengaruh strategisnya di Timur Tengah, Afrika Utara, hingga kawasan Asia melalui latihan militer multinasional EFES-2026 yang digelar di pesisir Aegea dekat İzmir.

Latihan gabungan berskala besar tersebut menjadi panggung penting bagi Ankara untuk memperlihatkan kemampuan diplomasi pertahanan dan proyeksi kekuatan militernya di tengah meningkatnya persaingan geopolitik kawasan.

Untuk pertama kalinya, Libya dan Suriah mengirim personel militer mereka ke latihan militer di luar negeri dalam EFES-2026. Kehadiran kedua negara itu dipandang sebagai sinyal semakin kuatnya pengaruh Turki terhadap restrukturisasi keamanan di kawasan yang selama bertahun-tahun dilanda konflik.

Latihan tembak langsung EFES-2026 berlangsung hingga 21 Mei di bawah koordinasi Komando Angkatan Darat Aegea Turki. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 10 ribu personel dari sekitar 50 negara dan menjadi salah satu latihan militer terbesar yang pernah digelar Ankara.

Latihan terbagi dalam dua fase, yakni simulasi berbasis komputer pada April dan latihan lapangan tembak langsung di wilayah Teluk İzmir serta Doğanbey.

Partisipasi Libya menjadi salah satu sorotan utama. Sebanyak 502 tentara Libya dari faksi timur dan barat negara itu berlatih bersama di bawah satu bendera nasional Libya. Ini menjadi pengerahan luar negeri pertama yang melibatkan kedua kubu yang sebelumnya bersaing dalam perang saudara berkepanjangan.

Pemerintah Turki menggambarkan momen tersebut sebagai langkah nyata menuju visi “Satu Libya, Satu Tentara” yang selama ini didorong Ankara.

Personel Libya menerima pelatihan operasi amfibi, taktik pasukan khusus, penyelaman tempur, penanganan ranjau dan improvised explosive device (IED), hingga pencarian dan penyelamatan tempur. Selain pasukan darat, kapal patroli Libya kelas Combattante II G Shafak juga ikut ambil bagian dalam fase latihan laut.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |