Pembeli melakukan transaksi QRIS di salah satu stan tempat makan di Gelaran ISEF 2025 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank digital saat ini semakin diandalkan untuk berbagai kebutuhan transaksi harian, seperti pengisian saldo dompet digital (e-wallet), pembayaran QRIS, hingga belanja online. Seiring meningkatnya adopsi transaksi nontunai, masyarakat kini semakin mengutamakan layanan keuangan digital yang praktis, cepat, dan terhubung.
Sehingga, konektivitas dengan ekosistem digital, seperti e-commerce dan dompet digital menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, transaksi pembayaran digital di Indonesia terus tumbuh pesat, dengan volume yang telah mencapai 14,28 miliar transaksi pada triwulan pertama 2026.
Pertumbuhan juga terjadi di berbagai kanal, termasuk mobile dan internet banking, serta QRIS yang meningkat signifikan secara tahunan sebesar 116,45 persen (yoy). Dari sisi infrastruktur, sistem pembayaran ritel seperti BI-FAST mencatat pertumbuhan yang kuat, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi digital yang cepat dan efisien dalam mendukung aktivitas harian.
Dalam survei terbaru dari Ipsos Indonesia melalui Survei Persepsi dan Kepuasaan Pengguan terhadap Layanan Bank Digital di Indonesia 2026, yang dilakukan secara daring pada April 2026, kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama penggunaan bank digital (71 persen). Selain itu, kelengkapan fitur bertransaksi harian juga menjadi faktor penting (66 persen).
"Hasil ini menunjukkan bahwa pengguna kini semakin selektif dalam memilih layanan keuangan digital. Tidak hanya dari sisi layanan keuangan, tetapi juga kemudahan dalam terhubung dengan berbagai kebutuhan bertransaksi sehari-hari menjadi faktor yang diprioritaskan," ujar Managing Director Ipsos Indonesia,Hansal Savla dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

2 hours ago
3
















































