Aturan Time Clock 25 Detik BWF Diuji Coba di Daihatsu Indonesia Masters 2026

1 day ago 8

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie menyeka wajahnya seusai gagal mengembalikan kok ke arah tunggal putra Thailand Kunlavut Vitidsarn pada final Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (26/1/2025). Jonatan Christie keluar sebagai runner-up setelah kalah rubber gim 21-18, 17-21, dan 18-21. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan menerapkan aturan baru terkait Time Clock dan permainan berkelanjutan (continuous play) guna meningkatkan konsistensi penegakan peraturan serta mengurangi penundaan di antara reli. Aturan ini akan mulai diuji coba dalam turnamen BWF World Tour tertentu, termasuk Daihatsu Indonesia Masters 2025 yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada tanggal 20–25 Januari 2026.

Melalui sistem Time Clock, pemain—khususnya server—memiliki waktu maksimal 25 detik untuk bersiap melakukan servis berikutnya setelah sebuah reli berakhir. Time Clock akan mulai menghitung mundur sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya. Penerapan sistem ini memberikan ukuran waktu yang objektif sehingga mengurangi unsur subjektivitas dalam penilaian wasit terhadap penundaan permainan.

BWF juga menegaskan kejelasan mengenai aktivitas yang diperbolehkan pemain di antara reli. Selama waktu 25 detik tersebut, pemain dapat melakukan berbagai aktivitas di sisi lapangan, seperti mengelap handuk, minum, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan semprotan dingin yang diaplikasikan sendiri tanpa perlu izin wasit. Namun demikian, penerima servis tetap wajib mengikuti tempo server dan tidak diperkenankan memperlambat jalannya permainan.

Dalam pertandingan yang menggunakan Time Clock, permintaan pergantian shuttlecock harus diajukan segera setelah reli berakhir dan diselesaikan dalam batas waktu 25 detik. Apabila diperlukan pengepelan lapangan dalam durasi yang lebih lama, wasit mempunyai wewenang untuk menghentikan Time Clock. Sementara itu, untuk pengepelan singkat, Time Clock tetap akan berjalan.

BWF menegaskan bahwa jika peraturan ini diberlakukan maka wasit memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi atas penundaan waktu yang tidak semestinya, mulai dari peringatan (verbal warning), kartu kuning (yellow card) hingga kartu merah (red card) sesuai dengan tingkat dan pengulangan pelanggaran. Sedangkan untuk masa uji coba ini hanya akan diberlakukan peringatan (verbal warning) saja.

Masa uji coba aturan ini akan dievaluasi sebelum ditetapkan secara permanen oleh BWF pada saat AGM meeting atau Council meeting. Jika dinilai berhasil, penerapan Time Clock dan ketentuan permainan berkelanjutan ini akan diberlakukan secara penuh sepanjang tahun 2026. Untuk pertandingan yang belum menggunakan Time Clock, penilaian penundaan tetap dilakukan seperti sebelumnya, dengan penekanan bahwa penerima servis harus mengikuti tempo server.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |