Alwi Farhan Bertekad Habis-habisan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 agar tak Menyesal

7 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan bertekad mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 yang akan berlangsung di New Delhi, India pada 17-23 Agustus mendatang. Pebulu tangkis berusia muda itu menyebut persiapannya berjalan dengan baik meski sempat terkendala pembatalan penerbangan akibat badai topan di kawasan Changzhou, China.

"Perjalanannya Alhamdulillah sangat amat baik. Saya sudah memulai latihan sejak pekan lalu, walaupun sampainya baru hari Selasa karena sempat ada pembatalan penerbangan akibat badai typhoon di dekat area Changzhou. Alhamdulillah sejauh ini persiapannya sangat baik dan saya merasa sangat siap untuk bisa mencapai target di Kejuaraan Dunia nanti," kata Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Alwi mengatakan, evaluasi terbesar dari penampilannya pada rangkaian turnamen sebelumnya lebih banyak berasal dari aspek pengalaman bertanding dan pengelolaan mental. Menurut dia, pada pekan pertama dirinya telah mengeluarkan seluruh kemampuan saat menghadapi lawan. Namun, faktor pengalaman lawan serta dukungan penuh suporter tuan rumah menjadi pembeda hasil pertandingan.

Pada China Open, Alwi langsung angkat koper setelah kalah pada babak 32 besar dari Ayush Shetty lewat pertandingan tiga gim dengan skor 17-21, 21-5, 17-21. Alwi merasa mampu bermain baik hingga dua setengah gim. Namun, memasuki interval gim ketiga, tekanan dan keraguan mulai muncul sehingga memengaruhi permainannya. Hal itu menjadi bahan evaluasi utama menjelang tampil di Kejuaraan Dunia.

Meski datang tanpa status unggulan, Alwi tidak melihat hal tersebut sebagai penghalang untuk melangkah jauh di Kejuaraan Dunia. Ia menilai setiap pemain memiliki peluang yang sama apabila mampu mempersiapkan diri dengan maksimal.

Kejuaraan Dunia juga menjadi salah satu target penting di tengah padatnya kalender pertandingan yang akan dihadapinya dalam beberapa bulan ke depan.

"Saya tetap bukan unggulan di Kejuaraan Dunia ini, tetapi bukan berarti tidak ada kemungkinan saya bisa melaju jauh. Yang pasti saya sangat siap untuk bisa tampil maksimal karena ini adalah Kejuaraan Dunia yang sangat bergengsi," ujar Alwi.

Peningkatan hasil yang diraih sejak awal musim turut mendongkrak rasa percaya dirinya. Kendati demikian, Alwi memilih tetap fokus menghadapi satu turnamen demi satu turnamen.

Ia juga belum ingin berbicara banyak mengenai peluang tampil di Asian Games karena menunggu pengumuman resmi dari Komite Olimpiade Indonesia dan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.

Bagi Alwi, menghadapi Kejuaraan Dunia, China Masters, dan Asian Games secara beruntun bukan alasan untuk mengatur puncak performa hanya di satu ajang. Ia menegaskan setiap turnamen memiliki arti yang sama karena selalu membawa nama Indonesia di panggung internasional.

"Setiap kali saya tampil, saya membela negara. Jadi setiap turnamen yang ada di depan ya kita hadapi dan kita all out saja. Saya selalu berusaha hadir di momen sekarang dan fokus pada apa yang ada di depan saya," katanya.

Alwi juga menilai persaingan di sektor tunggal putra saat ini jauh lebih merata dibanding beberapa tahun lalu ketika masih didominasi satu pemain. Menurut dia, status unggulan memang memberikan keuntungan pada awal turnamen, tetapi setiap pemain tetap memiliki peluang untuk menciptakan kejutan.

Karena itu, ia bertekad terus mendorong kemampuannya hingga batas maksimal agar dapat memberikan hasil terbaik bagi Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |