6 Strategi Militer Brilian Salahuddin al-Ayyubi dalam Pembebasan Yerusalem dari Tentara Salib    

1 day ago 8

Pertempuran bala tentara Seljuk dengan tenara Salib.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Langkah-langkah yang ditempuh sebelum pembebasan Yerusalem menunjukkan kecerdasan luar biasa dan keterampilan kepemimpinan yang istimewa dari Sultan Salahuddin al-Ayyubi. Kehebatan tersebut tampak dalam beberapa aspek, apa sajakah?

Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim se-Dunia, Syekh Ali Muhammad ash-Shallabi, memaparkan persoalan ini dalam laman resminya, dikutip Kamis (17/9/2026), sebagaimana berikut:

1. Dimensi militer

Kemampuan militer Salahuddin terlihat jelas dalam strategi yang ia terapkan selama berjihad menghadapi pasukan Salib untuk merebut kembali Baitul Maqdis.

Strategi tersebut dibangun di atas pembentukan front Islam yang bersatu, mencakup Mesir, wilayah Syam, serta sebagian wilayah Irak.

Setelah itu, pasukan Muslim menghadapi pasukan Salib di wilayah mereka sendiri dan memberikan pukulan telak kepada mereka, sebagaimana yang terjadi dalam Perang Hattin.

Setelah kemenangan tersebut, Salahuddin melanjutkan langkahnya menuju kota-kota pesisir Syam untuk melemahkan kekuatan pasukan Salib, baik secara material maupun moral.

Seandainya setelah meraih kemenangan di Hattin Salahuddin langsung bergerak menuju Baitul Maqdis, ia sebenarnya dapat memasukinya tanpa kesulitan berarti.

Namun, merebut Baitul Maqdis sebelum menguasai kota-kota pesisir belum tentu menjamin stabilitas penuh di kota tersebut. Sebab, sangat mungkin pihak Eropa Barat mengirimkan pasukan Salib melalui pelabuhan-pelabuhan Syam.

Yasin Suwaid, dalam Hurub al-Quds fi at-Tarikh al-Islami wa al-Arabi menjelaskan, para kesatria Salib akan berdatangan secara berkelompok maupun perorangan, lalu terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan Salahuddin untuk merebut kembali Baitul Maqdis.

Di kota itu terdapat Gereja Makam Kudus yang memiliki kedudukan penting dalam keyakinan kaum Salib. Mereka meyakini secara keliru—sebagaimana dikatakan Imad al-Ashfahani—bahwa di tempat itulah Kristus disalib dan kurban dipersembahkan, sifat ketuhanan menjelma, sifat kemanusiaan menjadi Tuhan, dan salib ditegakkan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |