5 Tahun Pertama Menikah Disarankan Jangan Tinggal Bareng Orang Tua, Mengapa?

2 weeks ago 13

CANTIKA.COM, Jakarta - Bagi banyak pasangan, jatuh cinta dan menikah memang terasa indah dan mudah. Namun, menjaga kebahagiaan setelahnya butuh lebih dari sekadar cinta. Diperlukan usaha, komunikasi, dan pemahaman yang tumbuh setiap hari. Karena itu, mendengarkan pandangan dari para pakar hubungan bisa menjadi langkah awal untuk membangun pernikahan yang langgeng dan penuh kesadaran.

Seorang konselor hubungan sekaligus penulis, Ajay K. Pandey, sempat menarik perhatian publik lewat unggahan di Instagram pada 18 Oktober lalu. Dalam postingannya yang berjudul “Jangan tinggal bersama orang tua selama 5 tahun pertama pernikahan tapi kenapa?”, Ajay menekankan pentingnya memprioritaskan pasangan di awal pernikahan. 

Ia menjelaskan bahwa pesan ini bukan tentang menjauh dari keluarga, melainkan menciptakan keseimbangan anatara cinta, keluarga, dan ruang pribadi agar hubungan tetap sehat dan dewasa.

Ajay memberi tujuh alasan tentang postingan nasihat pernikahannya, berikut isinya:

1. Istri Bukan Orang Tua

Ajay menekankan bahwa dalam sebuah pernikahan, penting untuk memprioritaskan pasangan di atas ekspektasi keluarga. Ia mengingatkan bahwa istri memilih membangun hidup bersama anda, bukan dengan keluarga anda, sehingga hubungan itu perlu dijaga dengan penuh kesadaran.
Menurut Ajay, ketika seseorang terlalu berusaha menyenangkan orang lain, ada risiko mengabaikan perasaan dan kebutuhan pasangan sendiri. “Dia menikahi Anda, bukan orang tua Anda. Mimpinya tentang kita, bukan tentang semua orang,” tulisnya, menggambarkan pentingnya hadir sepenuhnya dalam hubungan.

2. Kepercayaan Diri adalah Kunci

Ajay menyoroti satu hal penting, yaitu terlalu sering mengkritik atau mencoba mengontrol pasangan bisa bikin mereka kehilangan rasa percaya diri. Hubungan yang sehat seharusnya jadi tempat aman buat tumbuh, bukan ruang penuh tuntutan. “Koreksi membunuh kepercayaan diri,” tulisnya. “Pakai ini, masak itu, bicaralah dengan lembut. Bahkan tawanya pun dianggap terlalu keras untuk rumah yang seharusnya membuatnya nyaman.”

3. Biasakan Ritual Romantis

Ajay mengingatkan bahwa rutinitas dan tanggung jawab sehari-hari sering kali tanpa sadar menggantikan ruang untuk keintiman dan momen romantis. Ia menekankan pentingnya meluangkan waktu berkualitas bersama pasangan, bukan hanya berbagi kewajiban. “Ritual menggantikan romantisme. Tugas pagi menggantikan percakapan malam. Kalian berdoa bersama sebagai keluarga, tetapi tidak sebagai pasangan,” tulis Ajay, menggambarkan bagaimana cinta bisa memudar jika tidak dijaga dengan kesadaran dan kehangatan.

4. Kebebasan untuk Memilih Pilihan

Menurut Ajay, hubungan yang baik juga perlu ruang. Pentingnya memberi pasangan ruang dan kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri, tanpa rasa takut dikendalikan atau dihakimi. Ia menulis dengan nada lembut namun mengena, “Kebebasan berubah menjadi izin. ‘Mau ke mana? Kenapa larut malam? Dia ingin membeli es krim, tapi berhenti, berpikir, nanti mereka berpikir apa tentangku?”
Melalui tulisannya, Ajay mengingatkan bahwa hubungan yang sehat tumbuh dari kepercayaan, bukan dari kontrol yang perlahan membatasi istri.

5. Privasi = Keintiman

Dalam pesannya, Ajay mengajak pasangan untuk meluangkan waktu dan ruang pribadi bersama sebagai cara untuk menumbuhkan keintiman dan koneksi yang lebih dalam. Ia menekankan bahwa koneksi emosional dan fisik perlu dirawat dengan kesadaran dan kehadiran.

Dalam tulisannya, Ajay menulis, “Ketika pintu tertutup, hati terbuka. Ia bersandar di bahunya tanpa rasa takut, tanpa penghakiman. Dalam keheningan, cinta berbicara paling lantang.” Sebuah pengingat bahwa keintiman sejati sering tumbuh dari momen sederhana yang penuh kehangatan.

6. Perlunya Ruang antar Pasangan 

Ajay menekankan bahwa cinta yang sehat memberi ruang bagi dua individu untuk tetap menjadi diri sendiri. Terlalu dekat tanpa batas bisa membuat hubungan terasa menyesakkan. “Terlalu dekat justru menyesakkan. Cinta tumbuh dalam kebebasan, bukan dalam koreksi atau kehadiran yang terus-menerus. Ketika setiap hari adalah hari keluarga, tak ada hari yang menjadi hari kita,” tulisnya. Sebuah refleksi bahwa keseimbangan antara kebersamaan dan kemandirian adalah bentuk cinta yang paling matang.

7. Mandiri Membawa Koneksi

Dalam pandangannya, Ajay menekankan bahwa tinggal mandiri memberi pasangan ruang untuk benar-benar mengenal satu sama lain. Di situ, mereka belajar menghargai perbedaan, membangun kebersamaan, dan menemukan ritme hidup berdua.

“Hidup sendiri membangun ikatan. ‘Ayo kita lewati makan malam, pesan pizza?’ Mereka tertawa sambil makan remah-remah di tempat tidur  tidak ada aturan, hanya kita,” tulisnya. Kalimat yang menggambarkan betapa indahnya kebersamaan yang tumbuh tanpa tekanan, hanya cinta yang apa adanya.

Pilihan Editor: Amanda Manopo Resmi Menikah dengan Kenny Austin, Tuliskan Ini untuk Sang Mama

TSABITA SIRLY KAMALIYA | HINDUSTAN TIMES

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |