loading...
10 Kisah Pengkhianatan Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola Inggris. Foto: Givemesport
JAKARTA - Loyalitas pemain terhadap klub menjadi salah satu hal yang paling dihargai dalam sepak bola. Namun, sejarah sepak bola Inggris juga mencatat sejumlah pemain yang justru mengambil keputusan kontroversial dengan menyeberang ke klub rival.
Perpindahan tersebut semakin menyakitkan bagi suporter ketika sang pemain sebelumnya merupakan idola atau bahkan legenda klub. Tak jarang, keputusan untuk bergabung dengan rival membuat seorang pemain mendapat cap sebagai “pengkhianat” dan sulit dimaafkan oleh mantan pendukungnya.
Berikut 10 pemain dan figur sepak bola Inggris yang dianggap sebagai “pengkhianat” terbesar karena pernah menyeberang ke klub rival, berdasarkan tingkat kontroversi dan besarnya perseteruan antara kedua klub.
10. Alan Smith – Leeds United ke Manchester United

Alan Smith merupakan salah satu produk akademi Leeds United dan dikenal sebagai pemain yang sangat mencintai klub tersebut. Bahkan, penyerang asal Inggris itu pernah menunjukkan kecintaannya dengan mencium lambang Leeds di hadapan pendukung Manchester United.
Karena itu, ketika Leeds terdegradasi dari Premier League pada 2004, banyak suporter tidak menyangka Smith justru memilih Manchester United sebagai klub berikutnya.
Smith kemudian menghabiskan tiga musim di Old Trafford pada 2004-2007. Ia mencatat 93 penampilan dan 12 gol untuk Manchester United. Sayangnya, kariernya sempat terganggu cedera patah kaki parah pada 2006.
9. Teddy Sheringham – Millwall ke West Ham United

Teddy Sheringham merupakan salah satu pemain yang memiliki hubungan kuat dengan Millwall. Ia memperkuat klub tersebut pada periode 1983-1991 dan mencetak 111 gol dalam 262 pertandingan.
Namun, pada penghujung kariernya, Sheringham mengambil keputusan kontroversial dengan bergabung ke West Ham United pada 2004. Perseteruan antara Millwall dan West Ham membuat kepindahan tersebut tidak mudah diterima pendukung The Lions.
Sheringham menghabiskan tiga musim bersama West Ham dan mencetak 30 gol dari 87 pertandingan. Ia bahkan menjadi pemain Premier League berusia lebih dari 40 tahun pertama yang mencetak gol di kompetisi tersebut.
8. George Graham – Arsenal ke Tottenham Hotspur

Tidak hanya pemain yang bisa dicap sebagai pengkhianat. George Graham juga masuk dalam daftar karena pernah berpindah dari Arsenal ke Tottenham Hotspur.
Graham memiliki sejarah panjang bersama Arsenal, baik sebagai pemain maupun manajer. Ia menangani The Gunners sejak 1986 hingga 1995 dan mempersembahkan sejumlah trofi penting.
Tiga tahun setelah meninggalkan Arsenal, Graham justru menerima pekerjaan sebagai manajer Tottenham. Keputusan tersebut membuatnya menjadi sosok kontroversial di mata pendukung Arsenal karena kedua klub merupakan rival sekota di London Utara.
7. Rio Ferdinand – Leeds United ke Manchester United

Rio Ferdinand menjadi salah satu transfer paling mengejutkan antara Leeds United dan Manchester United. Sang bek baru satu tahun membela Leeds ketika Manchester United merekrutnya pada 2002.
Kepindahan tersebut membuat Ferdinand menjadi bek termahal di dunia pada saat itu. Bagi suporter Leeds, kehilangan pemain yang sudah menjadi idola ke rival terbesar mereka tentu terasa menyakitkan.







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5343615/original/035022300_1757464007-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9199541/original/061391100_1783105771-ChatGPT_Image_Jul_4__2026__02_06_16_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541725/original/028326100_1774880358-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9259625/original/056762700_1783155700-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_18.06.46.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4284006/original/032815200_1673012203-11_20230106BL_Semifinal_Piala_AFF_2022_Timnas_Indonesia_Vs_Timnas_Vietnam-125.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9247475/original/055010800_1783141031-ATK_BOLA_TIMNAS_MATCHDAY_2026_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8932141/original/090109900_1782961083-500958697_18504373222047411_3282038761652757832_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9156133/original/040188200_1783083936-1000458903.jpg)


























