REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki usia 40-an sering kali dianggap sebagai "usia emas" bagi banyak wanita. Di masa ini, kematangan emosional dan karier biasanya sedang berada di puncaknya.
Namun, di balik kestabilan hidup tersebut, tubuh wanita sebenarnya sedang memulai sebuah transisi besar yang sunyi namun mendalam. Transisi ini bukan hanya soal munculnya uban atau kerutan halus, melainkan perubahan sistem internal yang berkaitan erat dengan kesehatan jantung.
Banyak wanita yang terkejut saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Padahal mereka sudah menjaga makan, rutin yoga, dan tidak merokok, namun tiba-tiba angka LDL (kolesterol jahat) mereka melonjak naik. Reaksi pertama biasanya adalah rasa bersalah, "Apa yang salah dengan diet saya?" atau "Apakah saya kurang olahraga?". Namun, menurut pandangan pakar, jawabannya mungkin bukan terletak pada apa yang Anda makan, melainkan pada apa yang sedang terjadi dengan hormon Anda.
Ahli kardiologi intervensi dan pakar kedokteran fungsional dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dr Sanjay Bhojraj, mengungkapkan fenomena ini dengan sangat menarik. Dalam sebuah bincang-bincang di episode "The Trusted Pharmacist", ia berbagi pengalaman klinisnya yang sering menemui pasien wanita di usia 40-an dengan profil kolesterol yang tiba-tiba berubah drastis.
Ia menceritakan selama bertahun-tahun, dunia medis sering kali secara tidak sengaja melakukan gaslighting kepada pasien wanita. “Ribuan kali dalam karier saya, saya menemui wanita di usia 40-an. Sebelumnya, sebelum saya berpikir secara fungsional, kami melihat LDL mereka selalu di angka 80 atau 90, sempurna, tanpa obat, semua baik-baik saja. Lalu tiba-tiba muncul lonjakan kecil,” kata dia dikutip dari Hindustan Times pada Ahad (22/3/2026).
“Kami sebagai dokter biasanya akan berkata, dan memang dokter ahli dalam menyalahkan pasien, kami bilang, 'Anda pasti melakukan sesuatu yang berbeda atau melakukan kesalahan, apa yang Anda lakukan dalam hidup Anda, dan sebagainya.' Padahal, ini bukan soal perilaku atau gaya hidup, ini murni soal biologi,” ujarnya menambahkan.
Masalah utamanya terletak pada masa perimenopause, yaitu fase transisi menuju menopause. Di masa ini, kadar hormon estrogen mulai menurun. Estrogen bukan sekadar hormon reproduksi. Bagi wanita, hormon ini adalah "malaikat pelindung" jantung. Estrogen membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan membantu hati mengatur kadar kolesterol dengan efisien.
Dokt

3 hours ago
2

















































