Wamenkeu Suahasil: APBN Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Berbasis Inovasi

4 hours ago 3

Wamenkeu Suahasil Nazara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menjadi instrumen utama dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendukung pengembangan Jakarta Education and Innovation Center, sebuah inisiatif yang diharapkan menjadi pusat pendidikan, riset, dan inovasi bertaraf internasional di ibu kota.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan Indonesia tidak dapat lagi mengandalkan pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada tenaga kerja dan eksploitasi sumber daya alam semata. Menurut dia, daya saing Indonesia ke depan harus dibangun melalui penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.

"Indonesia perlu beralih dari yang sebelumnya mengandalkan perspiration (kerja keras fisik) menuju innovation (inovasi)," kata Suahasil saat membuka Focus Group Discussion (FGD) perancangan Jakarta Education and Innovation Center sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Menurut Suahasil, transformasi tersebut membutuhkan dukungan kebijakan fiskal yang konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan pemerintahan, tetapi juga menjadi katalisator untuk membangun ekosistem pendidikan, penelitian, dan inovasi yang mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul.

Ia menjelaskan komitmen pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia tercermin dari pelaksanaan amanat konstitusi mengenai alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan. Sejak 2009 hingga 2026, pemerintah telah mengalokasikan dana pendidikan mencapai Rp7.667,3 triliun.

Dari kebijakan tersebut, pemerintah juga berhasil membangun Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hingga saat ini, nilai akumulasi dana abadi tersebut telah mencapai sekitar Rp195 triliun dan menjadi salah satu instrumen strategis untuk menjamin keberlanjutan investasi negara di bidang pendidikan.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program, mulai dari beasiswa pendidikan tinggi, pendanaan riset, pengembangan perguruan tinggi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah berharap manfaat dana abadi itu terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan tenaga ahli di berbagai sektor strategis.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |