Trump Minta Iran Hentikan Pungutan Kapal di Selat Hormuz

3 hours ago 1

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak memungut biaya dari kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia menegaskan, jika praktik itu benar terjadi, Teheran harus segera menghentikannya.

Dalam unggahan di Truth Social pada Kamis, Trump merespons laporan mengenai pungutan terhadap kapal tanker.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Ada laporan bahwa Iran mengenakan biaya kepada kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, mereka sebaiknya tidak melakukannya dan, jika memang dilakukan, mereka harus segera menghentikannya sekarang juga!” tulisnya.

Masih pada hari yang sama, Trump kembali mengkritik Iran melalui unggahan terpisah.

“Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, sebagian orang akan menyebutnya tidak terhormat, dalam mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz. Itu bukan kesepakatan yang kami miliki!” ujarnya.

Tekanan di Selat Hormuz

Menurut laporan Axios, seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan Selat Hormuz secara teknis masih terbuka. Namun, kapal-kapal tidak melintas karena merasa terintimidasi oleh Iran.

“Iran telah mengancam dan memaksa semua pihak,” kata pejabat tersebut. Ia menambahkan, pemerintah AS sedang mempertimbangkan langkah untuk mendorong kapal kembali melintasi jalur itu.

Sultan Al Jaber, Kepala Abu Dhabi National Oil Company, menyatakan kondisi di Selat Hormuz tidak sepenuhnya terbuka. Dalam unggahan LinkedIn, ia menulis bahwa akses ke jalur tersebut kini “dibatasi, dikondisikan, dan dikendalikan,” serta bergantung pada izin dan kepentingan politik Iran.

Ratusan kapal tanker yang mengangkut minyak dan komoditas penting masih menunggu untuk melintasi Selat Hormuz. Operator dan kapten kapal menghadapi ketidakpastian terkait cara melintas tanpa risiko serangan. Organisasi Maritim Internasional mencatat hampir 20.000 pelaut tertahan di kawasan Teluk Persia akibat situasi ini.

Pernyataan Iran dan Arah Negosiasi

Dilansir Anadolu, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei menyatakan pengelolaan Selat Hormuz akan “memasuki fase baru”. Ia menegaskan Iran akan menuntut pertanggungjawaban atas seluruh kerugian akibat konflik.

“Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos tanpa hukuman,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Iran akan menuntut kompensasi atas seluruh kerusakan, serta darah para martir dan korban luka.

Khamenei juga memperingatkan bahwa Iran siap merespons setiap potensi agresi lanjutan. “Tangan kami berada di pelatuk,” katanya, ia menegaskan bahwa setiap kesalahan dari pihak lawan akan dibalas dengan respons tegas.

Pernyataan tersebut muncul menjelang rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan. Menurut pernyataan Iran, pembicaraan yang dijadwalkan mulai Sabtu itu bertujuan merampungkan rincian kesepakatan potensial, namun tidak menandai berakhirnya konflik.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |