Vitra Alfi
Eduaksi | 2026-07-28 12:50:30
Memasuki dunia perkuliahan menjadi momen baru yang penuh tantangan, terutama dalam hal membangun relasi. Banyak mahasiswa baru merasa canggung atau bingung harus memulai interaksi dari mana ketika bertemu orang baru. Padahal, kemampuan komunikasi yang baik sangat berperan dalam membantu proses adaptasi di lingkungan kampus. Dengan pendekatan yang sederhana dan tepat, membangun pertemanan sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal kecil yang sering kali dianggap sepele.
https://pin.it/6fYxxQhFG " />
https://pin.it/6fYxxQhFG
1. Mulailah dengan Senyuman dan Sapaan Sederhana
Memulai berinteraksi dengan tersenyum dan salam yang ringan mungkin terlihat biasa, tetapi sebenarnya memiliki pengaruh besar dalam membentuk hubungan sosial, terutama bagi mahasiswa baru yang sedang berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru. Senyuman adalah cara berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata yang alami dan menunjukkan bahwa seseorang ramah, terbuka, serta tidak membuat orang lain merasa takut atau terancam. Dalam berbagai situasi, orang biasanya merasa lebih rileks ketika melihat orang lain tersenyum atau menunjukkan ekspresi wajah yang ramah, dibandingkan dengan wajah yang datar atau terlihat dingin.
Selain itu, sapaan santai seperti "Hai", "Halo", atau "Kamu juga maba ya?" bisa menjadi cara awal yang mudah untuk memulai percakapan tanpa merasa dipaksa. Ini membantu mengurangi perasaan gugup karena tidak membutuhkan topik yang rumit. Dari sudut pandang ilmu komunikasi, pesan nonverbal seperti ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh biasanya lebih cepat dipahami dan lebih kuat memengaruhi cara seseorang memandang sesuatu dibandingkan dengan kata-kata yang diucapkan. Karena itu, menggabungkan senyuman dengan sapaan yang mudah dapat membuat kesan pertama yang baik, sehingga orang yang berbicara merasa dihargai dan lebih suka melanjutkan percakapan.
Dengan terbiasa mengawali percakapan dengan cara yang santai seperti ini, mahasiswa baru bisa lebih mudah menjalin hubungan, mengembangkan pertemanan, dan menciptakan suasana sosial yang rileks tanpa merasa gugup atau takut membuat kesalahan.
2. Jadilah Pendengar yang Baik (Active Listening)
berkenalan dengan orang baru, tidak selalu harus banyak berbicara agar terlihat menarik. Justru, menjadi pendengar yang baik dapat membuat lawan bicara merasa lebih nyaman. Active listening adalah kemampuan mendengarkan dengan penuh perhatian, misalnya dengan menjaga kontak mata, menganggukkan kepala, atau memberikan respons sederhana seperti, “Oh iya?” atau “Terus gimana?”. Selain itu, berikan respons yang positif dengan menanggapi cerita mereka atau mengajukan pertanyaan lanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik pada apa yang mereka sampaikan. Dengan begitu, percakapan akan terasa lebih mengalir, suasana menjadi lebih akrab, dan kesempatan untuk membangun pertemanan baru pun semakin besar.
3. Temukan Kesamaan Minat (Common Ground)
Hubungan yang awet biasanya terbangun karena adanya kesamaan. Common ground ini bisa jadi alasan paling ampuh buat bikin obrolan mengalir berjam-jam tanpa dipaksakan.Triknya: Lempar pertanyaan-pertanyaan eksploratif, Seperti: hobi, selera musik, organisasi yang mau diikuti.Begitu ketemu poin yang sama misalnya ternyata sama-sama suka genre musik indie atau ga sengaja dari daerah asal yg sama.
4. Lepaskan Rasa Takut (Overthinking)
Sering garing? Takut salah ngomong? Atau cemas kalau obrolan bakal dead air? Stop overthinking! Triknya: Ingat kalau semua maba itu sama-sama lagi adaptasi dan sama-sama canggung. Kalau tiba-tiba obrolan agak garing, coba berani buat buka obrolan baru. Sedikit kepleset kata atau lupa nama itu manusiawi banget. Sikap santai dan humble saat kamu melakukan percakapan dan interaksi bisa jadi hal yang paling diingat.
5. Bangun Sikap Positif
Membangun impresi yang positif saat pertama kali berkomunikasi dapat memberikan energi yang baik pula dalam sebuah percakapan. Bersikap ramah, saling menghargai, serta menunjukkan antusiasme saat mengobrol akan menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan untuk lawan bicara kita. Orang akan cenderung lebih mudah merasa dekat dan merasa hadir dengan seseorang yang memiliki sikap positif dan terbuka. Oleh karena itu, saat mulai percakapan dengan orang baru biasakan untuk berinteraksi dengan tulus dan penuh rasa hormat. Agar tercipta impresi yang positif.
beradaptasi dunia baru memang bukan hal yang mudah namun keterampilan komunikasi yang baik dapat memberikan banyak dampak positif untuk diri kita sendiri. Dengan terus berlatih dan membangun sikap positif, Anda akan lebih mudah menjalin relasi serta memperluas jaringan pertemanan maupun profesional.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

2 hours ago
1












































