Tokoh Islam Serukan Jaga Kondusifitas Kota Bandung

4 hours ago 4

Sejumlah tokoh Islam mulai dari KH Miftah Faridl, KH Athian Ali, Ustaz Erick Yusuf, Ketua DPRD Kota Bandung dan sejumlah anggota DPRD Kota Bandung bersama Wali Kota Bandung M Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengajak masyarakat menjaga kondusifitas Kota Bandung di tengah aksi demo yang terjadi beberapa hari terakhir yang berakhir ricuh, Ahad (31/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Sejumlah tokoh Islam di Kota Bandung berkumpul dan menyerukan kepada seluruh masyarakat agar menjaga kondusifitas di Kota Bandung pascaaksi demo dua hari terakhir yang berujung ricuh. Mereka meminta semua pihak dapat menahan emosi.

Para tokoh Islam tersebut di antaranya Ketua MUI Kota Bandung dan sesepuh Kota Bandung KH Miftah Faridl, KH Athian Ali, Ustaz Erick Yusuf. Ketua PW Persis Jawa Barat Iman Latief dan sejumlah tokoh Islam lainnya. Mereka bersama Wali Kota Bandung M Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin.

Selain itu, terdapat Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, anggota DPRD Kota Bandung Ahmad Rahmat Nugraha dan Rendiana Awangga. "Insya Allah, bersama-sama kita bisa menciptakan Bandung yang kondusif meski dalam situasi yang penuh tantangan," ujar Asep di Masjid Al Ukhuwah, Ahad (31/8/2025).

Asep meminta semua pihak untuk terus menyadari tentang kekurangan diri sehingga akan melakukan perbaikan. Selanjutnya KH Miftah mengajak semua pihak untuk bersabar dan berikhtiar. "Penting bagi kita untuk mampu menjaga emosi dan menahan kemarahan. Sebab marah tidak pernah menyelesaikan masalah, justru menambah masalah," kata dia.

Khusus bagi saudara-saudara yang beragama Islam, ia mengajak untuk berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT dan bangun di sepertiga malam. Serta berdoa agar negara kita menjadi negara yang aman, makmur, sejahtera, dan adil dalam segala hal. "Semoga upaya ini memperkuat kebersamaan kita dalam merawat Bandung, kota yang kita cintai bersama, demi tegaknya demokrasi," kata dia.

Sebelumnya, aksi demonstrasi berlangsung sejam Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025) malam kemarin. Demonstrasi berujung ricuh dan terjadi pelemparan batu bom molotov hingga kebakaran sejumlah bangunan dan kendaraan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |