CANTIKA.COM, Jakarta - Sony Pictures resmi mengakuisisi hak layar untuk Labubu, mainan art toy asal Tiongkok yang dalam satu tahun terakhir berubah menjadi fenomena pop culture dunia. Studio besar itu berencana mengembangkan Labubu menjadi film layar lebar, bahkan berpotensi menjadi waralaba besar meski proyeknya masih berada di tahap sangat awal dan belum melibatkan produser maupun talenta mana pun.
Keputusan Sony datang ketika popularitas Labubu tengah meroket. Mainan karya seniman Kasing Lung ini melejit lewat strategi blind box ala Pop Mart yang bikin kolektor terus berburu karakter langka, sampai akhirnya memunculkan pasar sekunder dengan nilai fantastis. Menurut Variety, antusiasme global ini menjadi salah satu pendorong terbesar Sony untuk membawa Labubu ke layar lebar.
Menurut laporan The Hollywood Reporter, kesepakatan Sony baru selesai pekan lalu dan meski belum ada kepastian apakah filmnya akan berbentuk live-action atau animasi, banyak pihak melihat langkah ini sebagai peluang besar. Sony sendiri memiliki rekam jejak yang cukup solid dalam mengolah IP visual seperti Jumanji hingga K-Pop Demon Hunters, sehingga tidak sedikit yang berharap Labubu akan mendapatkan pengembangan cerita yang menarik.
Fenomena Pop Culture yang Mendunia
Lisa BLACKPINK dengan busana Labubu di Deadline World Tur di London, 17 Agustus 2025. Foto: Instagram/lalalalisa_m
Walau Labubu sendiri sudah ada sejak tahun 2015 dan popularitasnya baru benar-benar meledak bukan hanya karena jadi incaran kolektor, tapi juga viral berkat dukungan selebritas dunia. Lisa BLACKPINK pun sempat menyebut, “Labubu adalah bayiku,” sementara pemain NBA Dillon Brooks juga memakai aksesori Labubu saat pertandingan playoff.
Seiring popularitas Labubu dan Sony mengakuisisi hak layarnya, hal tersebut pun menjadi peluang dengan risiko besar. Untuk mengembangkan film layar lebar sendiri bisa memakan waktu bertahun-tahun, dan popularitas Labubu harus bertahan cukup lama sampai filmnya rilis. Namun melihat tren yang masih sangat kuat, serta basis penggemar internasional yang terus tumbuh, banyak yang percaya bahwa waktunya tepat.
Hollywood sendiri sedang mengalami perubahan menarik dalam satu dekade terakhir. Jika dulu film melahirkan mainan, kini justru mainan yang melahirkan film. The LEGO Movie dan Barbie adalah contoh nyata, di mana dua film berbasis mainan meraih sukses besar, menembus box office dan bahkan masuk nominasi Oscar. Sony tampaknya ingin mengulang kesuksesan tersebut melalui Labubu, bersama proyek IP mainan lain seperti View Master.
Pilihan Editor: Adele Siap Debut Akting di Film Cry to Heaven Karya Tom Ford
Marvela
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.













































