Sektor Lada Nasional Didorong Terapkan Praktik Budi Daya Berkelanjutan

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Praktik budi daya berkelanjutan dinilai menjadi faktor utama untuk meningkatkan daya saing lada Indonesia di pasar global yang semakin menuntut produk ramah lingkungan dan memiliki ketertelusuran. Untuk mendukung upaya tersebut, GEF Small Grants Programme (SGP) Indonesia dan International Pepper Community (IPC) menjalin kerja sama memperkuat kapasitas petani, konservasi lingkungan, serta pengembangan nilai tambah komoditas lada.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (22/7/2026). National Coordinator GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala mengatakan, penguatan sektor lada tidak cukup dilakukan melalui peningkatan produksi, tetapi juga harus memastikan praktik budi daya mampu menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian lingkungan.

“Keberlanjutan harus tumbuh dari masyarakat di tingkat tapak melalui solusi lokal penjaga keanekaragaman hayati,” kata Sidi.

Menurut Sidi, program tersebut akan mendorong inovasi masyarakat untuk mencegah degradasi lahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pendampingan juga diarahkan agar petani memiliki keterampilan mengelola usaha dan mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

“Petani lokal tidak hanya memerlukan bantuan dana, tetapi juga keterampilan hidup agar mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Executive Director IPC Marina Novira Anggraini mengatakan, keberlanjutan kini menjadi fondasi utama daya saing komoditas lada di pasar global. IPC akan mendukung penguatan sektor tersebut melalui penyediaan informasi pasar, riset, pendampingan teknis, dan pertukaran pengetahuan antarnegara produsen.

“IPC memandang keberlanjutan sebagai fondasi utama daya saing dalam memperkuat masa depan sektor lada global,” kata Marina.

Selain mendorong praktik budi daya berkelanjutan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas melalui pengembangan produk turunan, seperti parfum, kopi lada, hingga aromaterapi.

“Kami memiliki target utama menghubungkan petani dengan akses informasi agar mampu mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah,” ujar Marina.

Direktur PT Supa Surya Niaga S. Kris mengatakan, sektor swasta siap memperkuat rantai pasok dengan menghubungkan hasil panen petani ke pasar yang menerapkan standar keamanan pangan dan keberlanjutan.

“Pasar global membutuhkan produk yang konsisten, bermutu, aman, dan dihasilkan secara bertanggung jawab melalui praktik usaha yang berkelanjutan,” kata S Kris.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat daya saing lada nasional sekaligus membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga, dan meningkatnya tuntutan pasar terhadap komoditas yang diproduksi secara berkelanjutan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |