Ryse and Shyne Ajak Perempuan Berhenti Self-Edit Lewat Kampanye Ryse As You Are

7 hours ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Ada kalanya perempuan tanpa sadar mengubah dirinya agar bisa diterima di lingkungan tertentu. Mulai dari menahan pendapat, berpura-pura menyukai sesuatu, hingga menyesuaikan cara bersikap agar dianggap sesuai dengan ekspektasi orang lain, kebiasaan kecil itu mungkin terlihat sepele, tetapi jika terus dilakukan ternyata bisa membuat seseorang semakin jauh dari dirinya sendiri.

Berangkat dari fenomena tersebut, brand wellness asal Jakarta, Ryse & Shyne, menghadirkan kampanye Ryse As You Are. Kampanye ini membawa gagasan bahwa belonging, atau rasa diterima dan menjadi bagian dari suatu lingkungan, bukan sesuatu yang harus didapatkan dengan mengubah diri sendiri.

Melalui kampanye ini, Ryse & Shyne mengajak perempuan untuk berhenti melakukan self-edit, yaitu kebiasaan menyesuaikan atau menyembunyikan bagian tertentu dari diri sendiri demi bisa diterima. Alih-alih meminta perempuan menjadi versi yang dianggap lebih sesuai, kampanye ini justru mengajak mereka kembali pada diri sendiri dan merasa nyaman dengan siapa mereka sebenarnya.

Kembali pada Diri Sendiri

Nilai tersebut kemudian diterjemahkan melalui koleksi terbaru Ryse & Shyne, Pine, yang membawa pesan “In Your Nature.” Warna hijau yang digunakan pada koleksi ini terinspirasi dari alam dan menjadi bagian dari gagasan untuk kembali pada versi diri sebelum seseorang mulai melakukan self-edit.

Founder & CEO Ryse & Shyne, Felicia Kawilarang, mengatakan Pine sendiri merupakan warna yang ingin ia kenakan ketika tidak ingin mengubah dirinya untuk siapa pun. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa menjadi diri sendiri dalam kampanye ini tidak harus selalu identik dengan tampil berani atau mencolok.

JC Dawn, Kimberly Dawn, Lizzie Parra, dan Felicia Kawilarang tampil dengan koleksi "Pine" dari kampanye "Ryse As You Are". Foto: Ryse & Shyne

Cerita Empat Perempuan dalam

Pesan Ryse As You Are juga diperkuat melalui film kampanye berjudul “Take Your Place” yang menampilkan empat perempuan, yaitu Felicia Kawilarang, Lizzie Parra, JC Dawn, dan Kimberly Dawn. Dalam film tersebut, masing-masing perempuan mendapat pertanyaan yang sama, tentang bagian mana dari dirinya yang sedang dipelajari untuk bisa merasa menjadi bagian? Mereka kemudian menunjukkan bagaimana cara mereka berdiri ketika sedang berusaha menyesuaikan diri dan bagaimana mereka berdiri ketika merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Tidak ada arahan khusus mengenai bagaimana mereka harus menunjukkan perbedaannya dan jawabannya pun berbeda pada setiap perempuan. Apa yang mereka ungkap di momen tersebut paun menjadi bagian dari pesan kampanye bahwa pengalaman setiap orang dalam mencari rasa diterima tidak selalu sama.

“Saya menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menjadi sangat pandai menyesuaikan diri di berbagai ruang. Menjadi versi diri yang tepat untuk setiap rapat, makan malam, dan panggilan telepon. Saya pikir itulah yang disebut belonging, tapi ternyata justru sebaliknya. Belonging adalah ketika kita berada di ruang yang tidak mengharuskan kita mengedit diri sendiri. Kampanye ini adalah tentang menemukan jalan kembali ke sana. Versi dirimu itu sebenarnya selalu ada, hanya butuh waktu bagi saya untuk percaya bahwa orang lain juga akan menyukainya,” ujar Felicia Kawilarang dalam penyataan resminya.

Melalui Ryse As You Are, Ryse & Shyne tidak hanya menawarkan satu bentuk ideal tentang bagaimana perempuan seharusnya tampil atau bersikap. Kampanye ini justru membawa pesan bahwa setiap perempuan memiliki ruang untuk menjadi dirinya sendiri, tanpa harus mengurangi, menyembunyikan, atau mengubah bagian tertentu dari dirinya agar bisa diterima.

Pilihan Editor: Felicia Kawilarang Ditunjuk jadi CMO Ismaya Lifestyle

LANNY KUSUMASTUTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |