Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS usai Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo

1 hour ago 6

Petugas menghitung uang dollar AS di tempat penukaran valuta asing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS setelah pengumuman pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Senin (27/7/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 46 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp 18.009 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026). Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level Rp 17.963 per dolar AS.

"Pasar merespons negatif mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dari jabatannya," kata Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Perry resmi mengundurkan diri pada Sabtu (25/7/2026) melalui surat yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Posisi Gubernur BI untuk sementara dijabat Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara (PGS).

"Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan gonjang-ganjing rupiah yang terus melemah akibat tensi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah antara AS dan Iran. Hal itu membuat Presiden, pemerintah, dan DPR sering melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia, bahkan tidak jauh dari keputusan mundur Bapak Perry Warjiyo," ujar Ibrahim.

Selain faktor tersebut, Ibrahim menilai sentimen domestik lain yang memengaruhi pelemahan rupiah adalah rasio utang pemerintah yang berada di kisaran 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut dia, rasio utang perlu dilihat bersama kemampuan pemerintah membayar kewajiban serta kualitas penggunaan utang.

"Indikator rasio utang terhadap PDB memang menjadi salah satu ukuran yang lazim digunakan lembaga internasional seperti IMF. Namun, indikator tersebut tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran dalam menilai kesehatan fiskal suatu negara. Indikator yang lebih penting adalah rasio pembayaran utang beserta bunganya terhadap pendapatan negara karena lebih menggambarkan kemampuan riil pemerintah dalam memenuhi kewajiban utangnya," jelas Ibrahim.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |